Kriminal

Ditangkap KPK, Mantan Bupati Purbalingga Ucapkan Terima Kasih

Jurnalindonesia.co.id – Bupati Purbalingga nonaktif Tasdi mengucapkan terima kasih atas operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada dirinya. OTT kepada Tasdi dilakukan 2,5 tahun setelah ia menjabat sebagai bupati.

“Kita terima kasih pada KPK. Berkat kejadian ini, kita diremkan. Jadi saya berterima kasih,” kata Tasdi seusai sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu, 28 November 2018.

Tasdi menuturkan, bahwa upaya KPK menyeretnya saat ini bisa membuatnya belajar untuk tidak melakukan kesalahan serupa di masa mendatang.

Baca Juga: Adik Ketua MPR Kena OTT, Jokowi: Jangan Bermain-main dengan Uang Rakyat!

Dirinya mengakui bahwa perbuatannya memerintahkan dan menerima sejumlah uang suap dan gratifikasi sebagai kesalahan. Dan Tasdi menyebut dirinya akan mempertanggungjawabkan perbuatannya

Baca Juga:  Eko Prasetia, Salah Satu Contoh Orang Santun di Dunia Nyata Namun Bisa Jadi Orang Tak Beradab di Dunia Maya

“Saya salah dan saya bertanggungjawab untuk itu. Jadi sebelum disidang di akhirat, saya disidang di dunia dulu, ya mengurangi dosa,” ujar Tasdi.

Dalam kasus ini, Tasdi mengklaim bahwa dia tidak menikmati uang suap maupun gratifikasi. Semua upaya yang dilakukan demi mewujudkan janji politiknya untuk partainya bernaung.

Saat mencalonkan diri sebagai bupati pada 2015, Tasdi mengaku juga menjanjikan akan menyumbang 40 unit motor senilai Rp800 juta ke DPC PDIP, mobil operasional untuk kegiatan partai serta rehab kantor DPC.

Komitmen dan janji itu diakuinya juga demi mencalonkan diri kembali sebagai kepala daerah para periode berikutnya. “Karena 2021 pencalonan lagi, kalau target (sumbangan) saya enggak tercapai saya enggak direkomendasi lagi jadi bupati,” ujarnya.

Baca Juga:  5 Fakta OTT KPK di PN Jaksel, Hakim Jadi Tersangka hingga Kode "Ngopi"

Menurut Tasdi, mengemban dua tugas itu adalah risiko. Karena, Selain menjadi bupati Purbalingga, ia juga menjabat sebagai ketua Dewan Pengurus Cabang PDI Perjuangan.

“Sampai hari ini, saya tidak menikmati uang dari manapun, termasuk (uang iuran) dari Pak Utut, Pak Ganjar dan lainnya. Kita terima kasih KPK karena direm,” tambahnya.

“Saya berterimakasih pada KPK, saya apresiasi. Kalau tidak ada KPK, praktek ini akan jalan terus,” pungkasnya.

Tasdi didakwa menerima suap dan gatifikasi pembangunan proyek Purbalingga Islamic Center tahap II tahun 2018. Suap diterima dari sejumlah pengusaha dan kontraktor dalam kurun waktu tahun 2017 sampai 2018. Suap diterima bupati periode 2016-201 itu dari Librata Nababan dan Ardirawinata Nababan selaku pihak swasta.

Baca Juga:  Akun Diblokir, Habib Bahar Cs Geruduk Kantor Instagram

Jaksa menjerat Tasdi dengan pidana Pasal 12 huruf a Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.