Kriminal

Habib Bahar Smith Dipolisikan soal Video 'Jokowi Banci'

Jurnalindonesia.co.id – Relawan Jokowi Mania (Jo-Man) Jakarta hari ini mendatangi Mapolda Metro Jaya untuk melaporkan Habib Bahar Bin Ali Bin Smith atas kasus dugaan penghinaan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai simbol negara. Habib Bahar dilaporkan karena ceramahnya yang disebut-sebut mengandung unsur ujaran kebencian.

Salah satu pelapor dari DPD Jo-Man DKI Jakarta Rahmat menyatakan, akan melaporkan Habib Bahar Bin Smith ke Polda Metro Jaya terkait ceramahnya yang mengandung unsur kebencian dan menghina kepala negara.

Ia mengatakan, dalam video yang berdurasi 60 detik itu, Habib Bahar Bin Smith menyampaikan ungkapan-ungkapan penghinaan dan pelecehan kepada kepala negara. Bahkan, ujaran kebencian Habib Bahar tersebut sangat tidak pantas disampaikan kepada masyarakat.

“Hari ini kami melaporkan Habib Bahar Bin Smith atas kasus ujaran kebencian melalui video ceramah. Barang bukti video 60 detik itu kami bawa disimpan dalam flashdisk,” ujarnya kepada sejumlah wartawan saat hendak membuat laporan, Rabu (28/11).

Baca Juga:  Berstatus Terdakwa, Caleg Gerindra Yakin Namanya Tak Dicoret

Rahmat mengaku mendapatkan video itu dari kiriman melalui aplikasi pesan percakapan Whatsapp (WA). Kemudian, video itu diketahui sudah tersebar di laman YouTube. Bahkan, dirinya pun mengetahui dari temannya jika ceramah Habib Bahar itu dilakukan pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Darussalam, Batu Ceper, Tangerang.

Baca Juga: Amien Rais: Meikarta Mangkrak Karena Jokowi Ugal-ugalan

“Kami dapat video, kebetulan ada yang share (membagikan) di group, ada juga yang dari YouTube. Dari situlah kami dapat bukti yang kami ambil,” ucapnya.

Baca Juga:  Viral Video Detik-detik Penyergapan Pelaku Perampokan di Pondok Labu

Menurut Rahmat, dia melaporkan Habib Bahar Bin Smith atas ceramahnya yang dianggap sudah di luar batas melecehkan simbol negara. “Dan saya rasa (Habib Bahar) sudah di luar batas wajar sebagai seorang penceramah atau dai,” katanya.

Dia berharap polisi dapat memproses laporan ini secepat mungkin agar Habib Bahar bisa dipanggil dan diproses hukum atas apa yang telah diperbuat. Dalam laporannya, Habib Bahar Bin Smith dituduh melanggar dua pasal, yakni pasal tentang penghinaan simbol negara dan pasal tentang ujaran kebencian.

“Perkataan semacam itu tidak sepantasnya disampaikan oleh penceramah. Kita bebas menyampaikan pendapat, tetapi tidak dibenarkan bebas menghina,” kata Rahmat.

Baca Juga: Pemuda Muhammadiyah: Video Dahnil Dihadang Paspampres Adalah Hoax

Baca Juga:  Ahok Dapat Bebas Bersyarat Tapi Tidak Diambil

Dalam video tersebut, kata Rahmat, Habib Bahar Bin Smith menyampaikan ungkapan-ungkapan kebencian kepada Jokowi. Salah satunya seperti: “Kamu kalau ketemu Jokowi, kamu buka celananya itu, jangan-jangan haid Jokowi itu, kayaknya banci itu”.

“Menghina presiden yang dibilang banci, haid itu bagi saya sudah sebagai suatu hal yang kurang logis sebagai seorang dai dalam ceramah,” ujar Rahmat.

Hingga berita ini diturunkan, proses laporan masih berlangsung. Rahmat berharap agar laporan tersebut segera ditindaklanjuti oleh polisi.