Uncategorized

Jalur Baru Dibangun, Ciwidey-Cianjur Bisa Ditempuh Hanya 2,5 Jam

Jurnalindonesia.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah membangun jalur baru menuju Jawa Barat selatan. Salah satunya jalur Ciwidey, Kabupaten Bandung menuju Cikadu, Cianjur Selatan sepanjang 120 km.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, progres pembangunan jalan tersebut telah mencapai 70 persen. Saat ini kondisi jalan tengah dibenahi dengan proses hotmix maupun pengecoran dengan target selesai akhir Desember 2019 mendatang.

“Ini jalan baru, panjang jalan sekitar 120 km,” kata Iwa, ditemui di Gedung Sate, Selasa (27/11/2018).

Iwa mengungkapkan, pembangunan jalan Cikadu merupakan proyek yang direncanakan sejak 2013-2014 dan dikerjakan bertahap sampai saat ini. Masyarakat pun mulai merasakan manfaatnya dengan kehadiran jalur baru tersebut.

“Alhamdulillah dulu waktu tempuh harus delapan jam, akhirnya pada 2019 nanti kita bisa ke Cikadu dalam waktu 2,5 jam melalui Soreang-Ciwidey dan langsung Cikadu,” ujar Iwa.

Baca Juga: Ridwan Kamil Gandeng Menteri Susi Bangun Sea World Terkeren di Indonesia

Jalan tersebut, kata Iwa, dibangun sebagai upaya membuka akses menuju Jabar selatan. Selain itu melancarkan arus distribusi hasil pertanian maupun peternakan dan hasil laut dari kawasan Jabar Selatan, seperti Cianjur Selatan, Ciamis Selatan sampai Pangandaran yang selama ini terhambat dengan akses dan lamanya perjalanan. Dengan adanya jalan tersebut, para petani, peternak maupun nelayan bisa langsung menjualnya langsung ke konsumen dengan harga yang lebih mahal.

“Jadi Cikadu ini baru panjang total 120 km, langsung tembus ke Cidaun. Motong jalan tidak lewat Naringgul karena Naringgul tidak bisa memuat mobil besar, terlebih jika masih menggunakan Naringgul cost-nya cukup besar karena di sana sering longsor,” ujar dia.

Iwa kembali menambahkan, Menurutnya saat ini jalannya sudah selesai, tinggal penyempurnaan dengan hotmix maupun pengecoran, tinggal beberapa kilometer.”Sekarang sudah 70 persen. 2019 selesai semua,”ucapnya

Baca Juga: Jokowi Tegaskan Pembangunan Infrastruktur Bukan untuk Gagah-gagahan!

Selain membuat jalur baru, pihaknya juga akan terus mendorong pemerintah pusat agar segera merealisasikan pembangunan tol Gedebage-Majalaya-Garut-Tasikmalaya-Banjar.

“Mudah-mudahan 2019 badan usaha tolnya atau pemrakarsa usaha ditetapkan Kementrian PUPR,” kata Iwa.

Mengenai penetapan lokasi, sampai saat ini Pemprov masih nunggu ajuan dari pemrakarsa. Selanjutnya menunggu Dirjen Bina Marga memastikan waktu pengajuan Penlok kepada Pemprov Jawa Barat.

“Kami akan mempercepat secepatnya penlok tersebut sehingga 2019 sudah mulai adanya proses pembebasan lahan dan 2020 diharapkan bisa kontruksi,” ujar Iwa.

Loading...