Politik, Uncategorized

Sandiaga Sebut Tujuan Ke Pasar Untuk Mendengar Aspirasi Rakyat, Bukan Pencitraan!

Jurnalindonesia.co.id – Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno menanggapi santai pernyataan Presiden yang juga calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo yang mengatakan soal orang kaya yang keluar-masuk pasar. Sandiaga mencoba berbaik sangka dan tak menganggap perkataan itu untuk menyindirnya.

Namun, bila memang sindiran itu dialamatkan kepadanya, Sandiaga membenarkan bahwa tujuan utama dia masuk ke pasar memang bukan untuk berbelanja. “Belanja ke pasar itu tugas orang rumah. Kalau saya belanja di pasar itu namanya pencitraan,” ujar Sandi.

Saat kunjungan ke Lampung, Sabtu, 24 November, Jokowi mengatakan tujuan orang kaya datang ke pasar itu bukan belanja, melainkan mengomentari harga.

Baca Juga: Jokowi: Ke Pasar Juga Nggak, Tiba-tiba Nongol Bilang Mahal

“Jangan lagi ada yang masuk ke pasar, enggak beli apa-apa, keluar pasar lalu bilang wah harganya mahal- mahal. Orang enggak pernah ke pasar juga, tiba-tiba nongol di pasar, keluar-keluar bilang harga mahal,” ujar Jokowi.

Baca Juga:  Politikus PDIP Boy Sadikin: Kalau Ahok yang Diumumkan, Mending Tidur aja

“Enggak mungkin orang super kaya, tiba-tiba datang ke pasar, enggak biasalah. Apalagi datang ke pasar, enggak beli apa-apa, tahu-tahu bilang ini mahal, ini mahal,” lanjut dia.

Pernyataan Jokowi itu banyak diterjemahkan sebagai sindiran untuk Sandiaga Uno yang rajin berkampanye ke pasar dan menanyakan harga.

Sandiaga mengatakan tujuannya masuk-keluar pasar memang untuk melihat persoalan akar rumput yang riil. Kegiatan itu agenda utama kampanyenya. Soal harga-harga yang fluktuatif, ia membela pernyataan itu bukan klaim.

Menurut Sandiaga, dia hanya menyerap aspirasi masyarakat. Setiap kali ia blusukan ke pasar, pedagang dan pembeli selalu mengeluhkan harga yang tidak stabil. Dirinya mengaku memperoleh aduan langsung dari pedagang pasar. Fakta seputar harga pun ia akui ditemukan langsung di lapangan. “Seperti hari ini di pasar Lumajang. Ibu Lulu dan Ibu Lina bilang harga sayur-mayur memang naik turun.”

Baca Juga:  Kronologi Pengadangan Neno Warisman oleh Massa di Pekanbaru

Baca Juga: Habiburokhman: Rp 50 Ribu Sekarang Gak Cukup Buat Jajan Bakso 2 Orang

Mantan wakil gubernur DKI ini mencontohkan harga kacang panjang. Hari ini, harga pangan itu Rp 4.000 per kilogram. Lain dari hari kemarin yang hanya Rp 3.000. Dia juga menyebut harga buncis dan wortel naik 20-30 persen. Kenaikan harga 20-30 persen ini tergolong tidak wajar. Sebab, menimbulkan gejolak ekonomi yang besar. Sandiaga menyebut, kenaikan harga pangan lazim bila peningkatannya hanya 5-10 persen.

Baca Juga:  Kenapa Cuma Demi Kalahkan Ahok, Kemajuan di Kota Lain Dikorbankan?

Sandiaga mengatakan, ia bukan orang baru dalam hal ini karena sudah tiga tahun menjadi ketua umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI). Tugasnya memantau harga-harga di pasar dan meningkatkan kesejahteraan para pedagang. Pada 2012, APPSI disebutnya sebagai salah satu pendukung Jokowi saat berkampanye di DKI Jakarta sebagai calon gubernur. Sandiaga menuturkan, APPSI bahkan sempat dikriminalisasi dan dipanggil Bawaslu lantaran mendukung pencalonan Jokowi pada masa itu.