Nasional, Uncategorized

Dahnil dan Ahmad Fanani Dianggap Mencoreng Nama Baik Muhammadiyah

Jurnalindonesia.co.id – Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, dan Ketua Panitia Kemah Pemuda Islam Ahmad Fanani dinilai telah mencoreng wajah organisasi yang selama ini terjaga dari kasus korupsi.

Dahnil diminta menghadapi semua proses hukum di Polda Metro Jaya. Sementara Fanani disarankan untuk tidak maju sebagai kandidat ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah.

Hal itu disampaikan aktivis Muhammadiyah, Ahmad Rofiq, menanggapi dugaan penyelewengan dana Apel dan Kemah Pemuda Islam Indonesia 2017 yang saat ini tengah diusut kepolisian.

Menurut Ahmad Rofiq, selama ini Muhammadiyah tidak pernah terlibat suatu kasus korupsi dan perkara pidana lainnya. Namun, kata dia, Dahnil dan Fanani telah mencederai nama baik yang selama ini turun-temurun dijaga sesepuh di organisasi yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan itu.

Ahmad Rofiq

Ahmad Rofiq. (Foto: Jawa Pos)

“Mau di Muhammadiyah, di Ortom (Organisasi Otonom), enggak pernah ada kasus. Ini adalah pertama kali dan menurut saya dia telah membawa Muhammadiyah dalam konteks ini. Ya, harus segera dia selesaikan dan tanggung jawab,” kata Ahmad di Rumah Pemenangan Jokowi-Ma’ruf, Jalan Cemara, Jakarta Pusat, Senin (26/11/2018).

Di Muhammadiyah, lanjut Ahmad, korupsi adalah tabu dan aib yang sangat besar.

Meski belum terbukti melakukan korupsi, namun menurut Rofiq, Dahnil dan Fanani sudah sadar akan kesalahan saat mengembalikan uang Rp2 miliar ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Dia mengeluarkan uang. Kalau dia tidak mengembalikan uang, pasti menimbulkan multitafsir, apakah ini kriminalisasi, apakah ini korupsi. Tetapi ketika dia mengembalikan uang, berarti ada yang salah,” jelas sekretaris jenderal Partai Perindo ini.

Baca: Kemenpora Belum Terima Dana Kemah yang Dikembalikan Pemuda Muhammadiyah

Ahmad Rofiq berharap PP Pemuda Muhammadiyah tidak meloloskan Fanani sebagai kandidat ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah. Ahmad Rofiq yang merupakan mantan ketua umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), meminta agar Fanani menyelesaikan kasusnya dan membiarkan organisasi itu dipimpin oleh orang yang bersih dari kasus.

“Panitia pemilihan itu harus memberikan ketegasan soal pencalonan ini. Layak atau tidak layak. Dan peserta muktamar juga bisa menyampaikan aspirasi. Kami enggak bisa membiarkan kebatilan itu terus menerus berjalan, sementara kebatilan itu ada di depan mata kita. Jadi ini saat yang tepat bersih-bersih di Pemuda Muhammadiyah,” ujar Ahmad.

Baca: Klaim Dahnil Soal Dana Kemah: Tidak Tahu dan Tidak Pernah Tanda Tangan LPJ

Seperti diketahui, PP Muhammadiyah menggelar Muktamar Ke-XVII di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Senin (26/11/2018) hingga Rabu (28/11/2018). Muktamar ini dibuka langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Dalam Muktamar ini akan dipilih ketua umum PP Muhammadiyah untuk masa bakti 2018-2022. Sejauh ini sudah ada enam kandidat, mereka adalah Ahmad Fanani, Andi Fajar Asti, Muhammad Sukron, Faisal, Sunanto, dan Ahmad Labib.

Baca juga: Pemuda Muhammadiyah: Video Dahnil Dihadang Paspampres Adalah Hoax

Loading...