Nasional, Uncategorized

KM Multi Prima 1 Tenggelam di Selat Bali, Ini Identitas 7 ABK yang Hilang

Jurnalindonesia.co.id – Kapal barang KM Multi Prima 1 tujuan Surabaya – Waingapu, kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur tenggelam di perairan Selat Bali pada hari Kamis (23/11/2018) pukul 18.00 WITA. Kapal tersebut membawa 14 anak buah kapal (ABK).

Kepala Search and Rescue (SAR) Mataram I Nyoman Sidakarya mengatakan dari kejadian itu, tujuh orang berhasil selamat kemudian dievakuasi dengan menggunakan Kapal KM Cahaya Abadi 201. Namun, tujuh ABK lainnya dinyatakan hilang.

“7 Orang masih hilang,” ujar Nyoman.

Sementara itu, tujuh anak buah kapal (ABK) KM Multi Prima 1 dievakuasi ke Kota Probolinggo, Jawa Timur.

“Tujuh ABK KM Multi Prima 1 yang selamat berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan seluruh korban dicek kesehatannya di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kota Probolinggo,” kata Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Jember Asnawi Suroso saat dihubungi di Probolinggo.

Baca Juga: Setahun Hilang, Kapal Selam Argentina yang Lenyap Bersama 44 Awaknya Ditemukan

Baca Juga:  Walkot Bekasi Ancam Hentikan Kerjasama dengan DKI Jika Tak Dapat DanaHibah Sampah

Menurut informasi, KM Multi Prima 1 yang berlayar dengan rute Surabaya-Waingapu membawa sebanyak 14 ABK berangkat pada Selasa (20/11). KM Multi Prima 1 dengan membawa muatan bahan bangunan berupa paving, triplek, beton, serta pakan ternak.

Sebelum tenggelam, KM Multi Prima 1 tersebut sempat memancarkan kode bahaya sebanyak dua kali saat berada di Selat Bali. Kode ini kemudian diterima oleh nahkoda KM Cahaya Abadi 201 pada Kamis (22/11) pukul 23.00 WITA.

“Kapal tersebut dihantam ombak di sekitar Pulau Kapongan Bali atau utara Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Kamis (22/11) pukul 18.00 WITA dan kemudian meminta bantuan SOS melalui frekuensi yang diterima oleh KM Cahaya Abadi,” kata Asnawi.

Namun begitu sampai di titik di mana KM Multi Prima 1 memancarkan kode, kru KM Cahaya Abadi 201 menemukan serpihan barang dari kapal di sekitar lokasi. Sampai akhirnya mereka menemukan 7 ABK yang terombang-ambing di lautan dengan mengenakan jaket pelampung berteriak meminta tolong di Pulau Kapoposang, Bali.

Baca Juga:  Debat Seru Abu Janda vs Felix Siauw soal Bendera Rasulullah

Baca Juga: Pihak Bank Ganti Sepenuhnya Uang Rp30 M yang Hanyut Bersama KM Lestari Maju

“Saat penyelamatan tujuh ABK KM Multi Prima 1 dalam kondisi cuaca buruk, sehingga KM Cahaya Abadi memutuskan untuk bertolak menuju ke Pelabuhan Probolinggo dengan membawa ABK yang selamat,” ujar Asnawi.

Asnawi mengatakan tujuh ABK yang selamat tersebut sudah bersama pemilik KM Multi Prima 1 dan sementara diinapkan di mess Kantor Stasiun Radio Pantai (SROP) Probolinggo karena kondisi korban masih terlihat shok dan trauma.

Berikut nama-nama korban yang berhasil diselamatkan:

1. Bob Chris Butarbutar (26 tahun) asal Parapat,
2. Rahmat Tuloh (27) asal Lamongan,
3. Debiyallah Sastria (26) asal Flores,
4. Zainal Arifin M (21) asal Flores,
5. Benyamin Henuk (34) asal Flores,
6. Aldy Hidayat (18) asal Makassar, dan
7. Jamaludin S (20) asal Flores.

Baca Juga:  WhatsApp Uji Fitur Tambah Teman Pakai QR Code, Ini Manfaatnya

Sedangkan, tujuh orang yang masih dinyatakan hilang:

1. Syamsul Salda (38 tahun) asal Flores Timur,
2. Trasius (35) asal Flores Timur,
3. Pande (67) asal Jakarta,
4. Riski (26) asal Kupang,
5. Sutrisno (57) asal Sragen,
6. Soni Kancil (41) asal Flores, dan
7. Phlipus Bay (43) asal Flores.

“Kami meminta bantuan Basarnas Mataram untuk melakukan pencarian tujuh ABK yang masih hilang di perairan utara Lombok dan meminta Basarnas Makasar untuk juga memantau pencarian korban ABK KM Multi Prima 1 yang hilang,” tutur Asnawi.