Uncategorized

Anies Serahkan Pengelolaan Pulau Reklamasi ke PT Jakpro

Jurnalindonesia.co.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menyerahkan pengelolaan tiga pulau reklamasi yang sudah terbangun kepada badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta. Adalah PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang ditunjuk untuk mengelola tiga pulau tersebut. Sedangkan tiga pulau yang sudah jadi itu adalah Pulau C, Pulau D, dan Pulau G.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini telah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 120 Tahun 2018 tentang penugasan kepada PT Jakpro dalam pengelolaan tanah hasil reklamasi pantai utara Jakarta. Pergub tersebut diteken Anies pada 9 November dan diundangkan pada 16 November.

“Kami menugaskan kepada salah satu BUMD, yaitu Jakpro untuk mengelola lahan yang nanti akan digunakan. Dengan begitu, nanti kami akan minta Jakpro untuk menyusun rencana presentasi ke pemerintah,” kata Anies di Jakarta Timur, Jumat (23/11/2018).

Baca Juga: Prabowo Sebut Jakarta Tenggelam 2025, Ketua DPRD: Itu Gunanya Reklamasi

Dalam pasal 2 Pergub 120 tahun 2018 dijelaskan PT Jakpro berhak mengelola lahan kontribusi sesuai dengan panduan rancangan kota. Dia mengatakan, rancangan pengelolaan pulau akan dibuat oleh PT Jakpro. Menurut Anies, nantinya apabila rancangan pengelolaan telah selesai dibuat, barulah Pemprov DKI serta PT Jakpro akan duduk bersama para pengembang pulau.

“Nanti kalau rencananya udah jadi dari Jakpro. Sekarang kan Jakpro lagi ditugaskan, dia buat perencanaan, setelah itu baru kami putuskan kegiatan apa di pulau reklamasi,” ucapnya.

Anies menuturkkan, Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) juga akan menyikapkan konsep pulau tersebut. Nantinya pulau tersebut akan dibuat area terbuka untuk publik hingga pelabuhan yang terintegrasi.

Baca Juga: Kota Tua Gagal Jadi Warisan Dunia, Anies-Sandi: Dampak dari Reklamasi

“Gambaran besarnya kita akan punya areal yang terbuka untuk publik. Dan kita akan punya kampung yang kita akan lakukan peremajaan, mereka bisa hidup sebagai nelayan, tapi di sisi lain pantainya terbuka dan dipakai oleh berbagai kalangan. Menarik sekali,” tuturnya.

“Lalu ada juga pelabuhan terintegrasi. Ada tiga tempat terintegrasi. Pasar ikan salah satunya terintegrasi. Saya sekarang lagi minta dibuat 3Dnya biar lebih ilustratif,” sambungnya.

Namun, Anies tidak mau memberikan penjelasan secara rinci soal alasan dipilihnya Jakpro untuk mengelola pulau reklamasi. Ia hanya menyebut pemilihan Jakpro dikarenakan BUMD tersebut dinilai paling relevan.

“Dari sisi relevansi, paling relevan,” kata Anies.