Politik, Uncategorized

Habiburokhman: Rp 50 Ribu Sekarang Gak Cukup Buat Jajan Bakso 2 Orang

Jurnalindonesia.co.id – Kepala Bidang Advokasi dan Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Habiburokhman memposting struk makan bakso di Twitter. Lewat unggahan tersebut, Habiburokhman menyatakan bahwa uang Rp50 ribu sekarang tidak cukup untuk membeli bakso buat dua orang.

“Lapor Oom, duit 50 ribu kagak cukup u jajan bakso dua orang,” cuit Habiburokhman, Jumat (23/11/2018).

Habiburokhman mengaku membeli bakso tersebut di Jakarta Selatan, namun tak menjelaskan di mana tepatnya.

Dalam struk yang diunggah Habiburokhman di akun Twitter-nya, tercantum harga Rp 96.000 untuk 2 mangkok bakso, 2 peyek, dan 2 minum. Harga 2 mangkok bakso sendiri sudah Rp 52 ribu.

Kepada detikcom, Jumat (23/11/2018), Habiburokhman menjelaskan bahwa tweet-nya tersebut terinspirasi dari pernyataan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, beberapa waktu lalu yang mempertanyakan uang Rp50 ribu sekarang bisa untuk beli apa.

“Saya terinspirasi pernyataan Mbak Titiek, Rp 50 ribu dapat apa. Memang Rp 50 ribu sekarang nilainya semakin lemah, berkurang nilainya,” kata Habiburokhman.

“Tentu saya dapat keluhan dari masyarakat ketika saya turun ke masyarakat. Saya kan Caleg, sekarang maju dari Jakarta. Pendapatan suami-istri tetap, tapi bagi kami harga-harga semakin tak terjangkau,” ujarnya.

Baca: Titiek Soeharto: Cukup, Sudah Saatnya Indonesia Kembali seperti Era Soeharto

Sebelumnya, saat berkampanye untuk pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Cilegon, Banten, Titiek Soeharto sempat menyinggung kondisi ekonomi sekarang ini. Putri mantan presiden Soeharto itu menyinggung soal kesenjangan ekonomi yang menurutnya kian lebar.

Titiek pun lantas mempertanyakan uang Rp50 ribu sekarang bisa dapat apa di Pasar.

“Kesenjangan antara si kaya dan si miskin makin lebar. Ibu-ibu punya uang sekarang Rp 50 ribu, Ibu-ibu bisa beli apa kalau ke pasar? Sementara yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah miskin,” kata Titiek di hadapan para pendukung Prabowo-Sandiaga di Cilegon, Rabu (14/11/2018).

Kritik tersebut mendapat respon dari juru bicara Tim Pemenangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Ruhut Sitompul.

Ruhut Sitompul mengunjungi Pasar Gedhe, Kota Solo, Jawa Tengah, untuk menjawab pertanyaan Titiek soal uang Rp50 ribu bisa dapat apa di Pasar.

Pasar Gedhe Solo Ruhut berdialog dengan para pengunjung dan pedagang. Ternyata, dengan uang Rp50 ribu bisa mendapatkan daging ayam, beras, bawang putih, dan cabai.

Bahkan, kata Ruhut, uang tersebut masih ada kembalinya untuk ongkos parkir kendaraan di pasar di Solo ini.

“Saya juga kaget masyarakat sangat terbuka, memang kadang ada harga barang yang naik, tetapi hal itu, karena kondisi alam. Jadi bukan karena masalah ekonomi. Jika sedang musim hujan kadang produksi menurun, tetapi jika pasokan lancar harga kembali turun normal,” kata Ruhut.

Baca: Titiek Soeharto Bicara Soal Lapangan Kerja hingga Kesenjangan Ekonomi di Era Jokowi

Ruhut mencontohkan harga bawang putih di Pasar Gedhe Solo dari Rp 20 ribu per kilogram turun menjadi Rp 18 ribu per kg. Harga beberapa barang kebutuhan pokok di Solo masih normal.

“Saya kira harga di pasar-pasar yang ada di Solo dan Jateng lainnya juga demikian,” katanya.

Ruhut pun meminta kepada semua pihak untuk tidak menakut-nakuti rakyat. Seolah-olah uang rupiah itu, seperti tidak ada artinya lagi. Padahal, uang sebesar Rp 50 ribu masih berharga bagi rakyat.

Loading...