Politik, Uncategorized

Janji Prabowo: Naikkan Gaji Guru Jadi Rp20 Juta Hingga "Impor" Guru dari Eropa dan Amerika

Jurnalindonesia.co.id – Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berjanji akan menaikkan gaji guru hingga Rp20 juta per bulan jika terpilih pada 2019 mendatang. Tak hanya itu, mereka juga mengaku akan mendatangkan guru dari luar negeri.

“Kita pengen attract guru-guru dari Finlandia, dari Eropa, dari Amerika, untuk memperbaiki kualitas pendidikan kita disesuaikan dengan kompetensinya,” kata Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo-Sandi, Mardani Ali Sera kepada detikFinance, Rabu (21/21/2018).

Meski membuka peluang masuknya guru-guru dari Eropa dan Amerika, Mardani memastikan, pendidikan tetap akan didominasi oleh guru lokal yang tak kalah kompetitif dan profesional.

“Tentu ada alokasi, luar 10% dalam 90%, ketika dalam tidak kuat, luar 20% dalam 80% sampai akhirnya kualitas guru di dalam berkualitas seperti guru di luar,” ujarnya.

Baca juga: Guru Honorer: Jokowi Kalau Tak Butuh Suara Kami di Pilpres Ya Sudah

Dengan adanya guru-guru dari luar negeri diharapkan nantinya akan ada transfer knowledge.

Lebih lanjut Mardani mengatakan, Prabowo-Sandi memiliki strategi untuk menggaet guru impor agar mau mengajar di Indonesia. Salah satunya dengan menaikkan gaji guru menjadi Rp20 juta/bulan.

“Kita nanti tentu ada iming-iming Indonesia tuh negara yang kaya, anda bukan cuma mengajar di sini tapi anda juga bisa menikmati kehidupan di Indonesia,” pungkasnya.

Terkait gaji guru hingga Rp 20 juta/bulan, Mardani menjelaskan bahwa kenaikan gaji guru akan membangkitkan gairah dan kualitas pengajaran. Sebab, kata dia, guru adalah salah satu faktor utama dalam membangun Indonesia.

“Angka 20 juta sebagai efek kejut bahwa guru itu harus mendapat perhatian dan angka 20 juta itu paling utamanya untuk guru profesional yang sudah lulus berbagai halnya,” ucap Mardani.

Baca juga: Kampanye, Prabowo Janji Akan Tingkatkan Kesejahteraan Guru, Polisi dan TNI

Mardani menjabarkan, guru yang mendapatkan gaji RP 20 juta harus memenuhi kualifikasi yang ditentukan nantinya, seperti profesionalitas dan penguasaan dua bahasa termasuk Bahasa Inggris.

“Jadi ada grade A, grade B, grade C. Grade A tentu berkualifikasi yang kualitas bahasa Inggrisnya oke, yang bisa dua bahasa, grade A mungkin bisa lebih besar dari guru profesional,” ujarnya.

Jika kesejahteraan guru bisa meningkat, maka akan berimbas pada kurikulum dan lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas.

“Sangat berpengaruh, kalau kami menyadari dua hal guru dan kurikulum bukan gedung sekolah ber-AC, guru dan kurikulum, guru yang berkualitas, kurikulum berkualitas itu akan melonjakkan SDM Indonesia,” demikian dikatakan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Baca juga: Wajibkan Kadernya Dukung Prabowo-Sandi, PAN: Kalau Tidak, Kami Rugi!