Uncategorized

Bom Bunuh Diri Tewaskan 50 Orang Saat Perayaan Maulid Nabi

Jurnalindonesia.co.id – Serangan bom bunuh diri terhadap sekelompok ulama di ibu kota Afghanistan, Kabul, pada 20 November 2018 telah menewaskan sedikitnya 50 orang.

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Najib Danish mengatakan, teror tersebut berlangsung ketika ratusan ulama berkumpul untuk menandai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ledakkan bom ini juga menewaskan tiga pejabat pemerintahan.

“Pelaku meledakkan bomnya di dalam aula pernikahan tempat para ulama Islam berkumpul untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad,” kata Danish, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (20/11/2018).

Baca Juga: Aman Abdurrahman: Bom Bunuh Diri Bukan Jihad, Tapi Sakit Jiwa dan Frustasi

Ini adalah salah satu serangan paling mematikan di Kabul dalam beberapa bulan terakhir.

Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui apakah ada yang bertanggung jawab atas ledakan itu. Aparat keamanan dan petugas kesehatan sudah menangani peristiwa tersebut.

Saksi mata, yang merupakan pakar studi agama Mohammad Hanif mengatakan ada ledakan memekakkan telinga dan “semua orang di aula berteriak minta tolong”.

Sekitar 1.000 orang dikatakan berada di lokasi kejadian pada saat ledakan.

Gambar-gambar dari tempat kejadian yang beredar menunjukkan pakaian robek dan bernoda darah, pecahan kaca dan perabotan yang terbalik.

Baca Juga: Garda 212: Kerusuhan di Mako Brimob dan Bom di Surabaya Cuma Pengalihan Isu

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengecam keras serangan itu sebagai “kejahatan yang tak termaafkan” dan menyatakan hari Rabu 21 November sebagai hari berkabung nasional. juru bicara presiden Afghanistan, Haroon Chakhansuri, menulis di Twitter.

Tidak ada klaim tanggung jawab atas serangan tersebut.

Kelompok Taliban dan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah meningkatkan serangan terhadap Kabul.

Pada bulan Juni, serangan bunuh diri yang menargetkan para cendekiawan Muslim yang berkumpul di sebuah tenda dekat Universitas Politeknik Kabul menewaskan sedikitnya tujuh orang.

Loading...