Politik, Uncategorized

Ma’ruf Amin Tak Permasalahkan Sikap PSI Soal Perda Agama

Jurnalindonesia.co.id – Calon wakil presiden nomor urut 01, Kiai Ma’ruf Amin mengomentari pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie yang mengatakan partainya tidak akan mendukung perda keagamaan seperti perda syariah atau perda Injil. Menurut Ma’ruf Amin, pernyataan PSI itu tak perlu jadi polemik.

“Kan undang-undang tentang perbankan syariah juga ada (di) nasional, menurut saya tidak usah menjadi polemik,” kata Ma’ruf Amin di Pesantren An Nawawi Tanara, Kabupaten Serang, Banten, Ahad (18/11/2018).

Baca Juga: PA 212 Minta MUI Rekomendasikan Pemerintah Bubarkan PSI

Ma’ruf Amin menuturkan, perda syariah dibentuk oleh daerah masing-masing. Jika suatu daerah menghendaki adanya aturan syariah, Mengenai hal itu, Dirinya tak mempermasalahkannya, termasuk jika ada perda Injil yang dibuat di daerah tertentu. Asal, lanjutnya, masyarakat punya bukti bahwa daerah tertentu jadi lokasi pertama masuknya Injil.

“Soal Injil, kalau masyarakat di sana punya bukti bahwa itu daerah pertama Injil masuk di situ, saya kira itu menjadi hak daerah,”ujar Kiai Ma’ruf.

Calon wakil presiden pendamping Jokowi itu menegaskan kembali bahwa soal perda syariah tersebut tidak perlu diperdebatkan kembali.

“Kita harus seimbang aja,” kata Kiai Ma’ruf.

Baca Juga: Ada atau Tidak Izin Polisi, PA 212 Akan Tetap Gelar Reuni Akbar

Sebelumnya, pada HUT PSI ke-4 di ICE BSD Hall 3A, Tangerang, Minggu (11/11/2018), Grace mengatakan PSI akan menolak perda berlandaskan agama termasuk Perda Syariah dengan mencegah diskriminasi dan tindakan intoleransi. Selain itu, menurut Grace, saat ini tidak boleh lagi ada penutupan rumah ibadah secara paksa.

“PSI akan mencegah lahirnya ketidakadilan, diskriminasi, dan seluruh tindakan intoleransi di negeri ini. PSI tidak akan pernah mendukung perda-perda Injil atau perda-perda syariah, tidak boleh lagi ada penutupan rumah ibadah secara paksa,” kata Grace.

Loading...