Kriminal

Akun Diblokir, Habib Bahar Cs Geruduk Kantor Instagram

Jurnalindonesia.co.id – Bahar bin Smith atau yang populer dikenal dengan nama Habib Bahar mendatangi kantor Instagram di gedung perkantoran Capital Place, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Kedatangan Habib Bahar untuk bertemu dengan pihak Instagram lantaran akun Instagram miliknya diblokir.

Dia datang dengan ditemani Habib Hanif dan Habib Novel Bamukmin dan beberapa orang lainnya.

Habib Bahar kemudian diterima perwakilan dari instagram bernama Kartika Puspitasari. Mereka kemudian melakukan dialog di sebuah ruangan.

Dalam dialog tersebut, Habib Bahar menyampaikan bahwa dirinya merasa diperlakukan tidak adil oleh Instagram karena akun miliknya dihapus tanpa sebab. Padahal, tidak ada konten radikal dan melanggar aturan di dalamnya.

Sementara akun-akun yang berisikan konten negatif, seperti menghina Habib Rizieq Shihab dan melecehkan agama Islam, tidak dihapus.

Habib Bahar meminta penjelasan mengenai hal tersebut kepada Instagram.

“Kalau memang akun-akun kami dihapus enggak apa-apa, tapi kenapa ketika ada akun-akun yang menghina ulama, menghina Islam, dan menghina agama dan berkali-kali di-report, kok enggak dihapus, kok enggak dinonaktifkan, kok enggak ditumbangkan. Ada apa ini?” kata Bahar, seperti dilansir Kumparan.

Baca juga: Ramai-ramai Kubu Prabowo Bela Habib Bahar

bahar bin smith

Habib Bahar (ketiga dari kiri), Habib Novel (kedua dari kiri) dan Habib Hanif (keempat dari kiri) bertemu perwakilan Instagram di Gedung Capital Place, Jakarta Pusat. (Foto:Adhim Mugni Mubaroq/kumparan

Habib Bahar menceritakan awal mula akun Instagramnya mulai dihapus atau dinonaktifkan. Dia menuturkan, saat itu dirinya tengah melakukan siaran langsung (live) di Instagram. Menurutnya, ada 18 ribu orang yang menonton live tersebut saat itu.

Baca Juga:  Cukup 5 Menit! Ini Cara Melihat Foto Instagram yang Terkunci

Namun, setelah siaran langsung akun miliknya tiba-tiba hilang atau tidak bisa gunakan. Padahal, ia mengaku dalam siaran itu dia menjawab pertanyaan masyarakat soal agama.

“Dalam live itu ada yang tanya soal agama, saya jawab. Bahkan sampai ada yang bertanya, Bib saya dukung Jokowi, oh iya silakan, saya bilang. Tidak ada sesi caci maki dalam live tersebut,” kata Bahar.

Baca Juga:  MA Tolak Kasasi Alfian Tanjung di Kasus Pencemaran Nama Baik Jokowi

“Setelah selesai live hilang akunnya. Berkali-kali sudah ajukan banding, sampai sekarang juga tetap mati,” lanjutnya.

Baca juga: Jejak Kasus Habib Bahar, dari Kasus Sweeping hingga kerusuhan Makam Mbah Priok

bahar bin smith

Bukti yang dibawa Habib Novel, Habib Bahar, dan Habib Hanif saat bertemu perwakilan Instagram di Gedung Capital Place, Jakarta Pusat. (Foto:Adhim Mugni Mubaroq/kumparan)

Tak hanya itu, dia pun meminta agar akun-akun Instagram para ulama tidak dihapus. Dia mengingatkan tentang sikap adil sebagai manusia.

“Kalau mau hapus silakan enggak apa-apa, kami enggak peduli. Satu akun kalian hapus, kami bikin 1.000 akun untuk meperjuangkan Islam. Harus adil, harus berada di tengah. Nggak boleh ke kanan, enggak boleh ke kiri, jangan tumpul ke atas tajam ke bawah. Hukum itu harus tajam ke atas, ya tajem yang di bawah,” katanya.

Baca Juga:  Sidang ke-4 Kasus Ahok: Blunder Kehadiran Novel FPI

Habib Hanif memperkuat yang disampaikan Bahar. Menurutnya, akun miliknya juga hilang pada tiga minggu lalu setelah melakukan rapat bersama dengan Menkopolhukam Wiranto.

Bahkan Hanif menyebut tiap kali mengunggah foto dia, Habib Bahar dan Rizieq Shihab di Instagram, selalu dihapus secara otomatis. Padahal ia juga mengaku tidak meng-upload konten negatif dan melanggar aturan.

“Sekitar 3 minggu lalu, sekitar 2 November 2018, siangnya saya dialog dengan Pak Wiranto, sekitar 3 jam dengan Wakapolri juga, dirjen-dirjen kementerian, saya cukup vokal dalam dialog itu. Entah kenapa tiba-tiba besoknya akun saya hilang begitu, besoknya setiap ada upload muka saya, langsung dihapus. Ada apa?” ujarnya.