Uncategorized

Keluarga Korban Lion Air JT 610 Berharap Dibangun Prasasti

Jurnalindonesia.co.id – Keluarga korban Lion Air JT 610 registrasi PK LQP penerbangan JT 610 mengharapkan pihak Lion Air maupun pemerintah untuk membuatkan satu monumen atau prasasti untuk mengenang para korban dalam tragedi kecelakaan pesawat tersebut, terutama korban yang tidak ditemukan dan tak teridentifikasi.

“Bagaimana kepada korban-korban yang tidak ditemukan? Apa hanya dikasihkan ini surat kematian? Kita berharap yang tidak ditemukan harus ada dari prasastinya setidaknya begitu dan juga mengingatkan akan tragedi ini,” ujar perwakilan keluarga korban, Okto Manurung, di Gedung Sentra Visum dan Medikolegal RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (16/11/2018).

Baca Juga: Masih Amankah Naik Lion Air? Pilot Batik Air Ungkap Pemeliharaan Pesawat di Lion Grup

Baca Juga:  Sunanto Terpilih Sebagai Ketum Pemuda Muhammadiyah 2018-2022

Menurutnya, bukan hanya dirinya saja yang berharap demikian, tetapi sejumlah keluarga lain juga memiliki harapan yang sama. Prasasti ini bisa menjadi pengingat bagi keluarga. Apalagi, untuk keluarga korban yang tak ditemukan sehingga tidak dapat dimakamkan.

“Jika tidak ditemukan body part dari korban jadi gimana eksekutornya kepada korban-korban yang tidak ditemukan? Apa hanya dikasihkan ini surat kematian? Ini hak dan asuransi. Sementara keturunannya, anak-anak korban yang masih kecil kecil misalnya pertanyakan bapaknya di mana kan bisa ditunjukkan, misalnya ini kuburannya. Harapan saya bagi yang tidak ditemukan, ada suatu kepastian tempat meninggalnya di mana. Saya yakin keluarga-keluarga lain mengharapkan hal yang sama,” kata Okto.

Baca Juga:  Tim Prabowo Akan Ajukan Praperadilan Terkait Pemanggilan Amien Raisoleh Polisi

Baca Juga: Bos Lion Air Rusdi Kirana: Penerbangan Kami yang Terburuk, Tapi Anda Gak Punya Pilihan

Kakak Ipar Okto, yakni Martua Sahaka, menjadi korban kecelakaan pesawat tersebut dan belum teridentifikasi.

Ia berharap, permintaan tersebut bisa ditanggapi oleh semua pihak, terutama pihak Lion Air dan pemerintah.

“Saya harap semua pihak, terutama Lion Air, pemerintah juga menyikapi ini, kalau hanya satu pihak saya yakin akan dipandang sebelah mata. Tapi kalau semua unsur mau prihatin dan peduli saya yakin akan terjadi,” tandas Okto.

Diketahui pada Senin (29/10/2018) lalu, pesawat Lion Air PK LQP nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Sebanyak 189 penumpang turut menjadi korban dari pesawat nahas tersebut. Setidaknya hingga Jumat (16/11/2018) malam, sebanyak 95 penumpang yang terdiri dari 70 laki-laki dan 25 perempuan telah teridentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. (cw2/b)