Politik, Uncategorized

Fadli Zon Soal 'Raja Jokowi': Ini Bahayanya Petruk Jadi Raja

Jurnalindonesia.co.id – Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon menanggapi beredarnya atribut kampanye ‘Raja Jokowi’ yang bersebaran di Jawa Tengah. Fadli Zon ikut menyindir soal poster ‘Raja Jokowi’.

Dalam akun Twitternya @fadlizon yang ia tulis pada Sabtu (17/11/18), Fadli bertanya-tanya apakah perlu Indonesia menjadi kerajaan sehingga dibuat poster ‘Raja’. Meski demikian, Fadli memang tak menyinggung langsung untuk Jokowi.
Menurutnya, hal seperti itu bertentangan dengan konstitusi.

“Apakah ada yang ingin RI menjadi ‘kerajaan’ sehingga harus membuat poster ‘Raja’? Tentu ini bertentangan dengan konstitusi kita ya? Apalagi ini tak ada nasab/trah keturunan ‘Raja’,” ujar Fadli, Sabtu (17/11/2018).

https://twitter.com/fadlizon/status/1063542640791044097

Kemudian di akhir cuitannya, Fadli memakai istilah ‘Petruk Jadi Raja’. Petruk sendiri merupakan salah satu tokoh punakawan dalam pewayangan Jawa. Fadli Zon menilai bahwa Jokowi tidak ada keturunan dari raja, dia menyebut bahwa peristiwa tersebut berbahaya.

“Inilah bahayanya ‘Petruk Jadi Raja’. #petrukjadiraja,” sebutnya.

Baca Juga: Gudang Poster ‘Raja Jokowi’ Ditemukan, Ini Sosok Pemasang Poster

Diketahui sebelumnya, Beredarnya alat peraga kampanye (APK) bergambar Presiden Joko Widodo mengenakan kostum bak raja di sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Menurut salah satu pengakuan pemasang, ia mengaku mendapat perintah dari pusat untuk menyebarkan atribut bergambarkan capres petahana itu. Namun tidak diberikan rincian spesifikasi gambar Jokowi yang bakal dipasang.

“KAMI semua koordinator kota dan kabupaten tidak dijelaskan secara gamblang dan jelas terkait spesifikasi gambar. Hingga akhirnya pengurus PDIP merasa keberatan dengan gambar Jokowi yang mengenakan mahkota dan logo partai,” ujar Koordinator Kaukus Anak Muda Indonesia (KAMI) wilayah Banyumas, Ade Irmanus Sholeh, Jumat (16/11).

Terlepas dari pengakuan Ade, otak dari ‘Raja Jokowi’ atau disebut ‘pihak pusat’ masih menjadi tanda tanya. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jateng memberikan hipotesis bahwa otak ‘Raja Jokowi’ adalah orang berduit.

“Tentu yang punya gawe (kepentingan) itu orang yang punya duit. Kalau (dibuat) pendukung Jokowi, maaf, pemahaman organisasinya rendah, pemahaman budayanya rendah. Tapi kalau lawan, dia jago, punya kecerdasan luar biasa, karena kalau keliru menurunkan (poster), isu tersebar PDIP turunkan gambar Jokowi, cari sensasi,” ujar Ketua DPD PDIP Jateng Bambang ‘Pacul’ Wuryanto di Semarang, Rabu (14/11).

Baca Juga: Usai Heboh ‘Raja Jokowi’, Timses Temukan Poster Terpampang di Masjid

Dalam APK itu, Jokowi digambarkan mengenakan mahkota di kepalanya dan memakai kostum layaknya raja di dalam kisah pewayangan.

Melihat kejadian ini, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, angkat bicara. Dirinya menduga ada gerakan untuk ‘melemahkan’ suara Jokowi di ‘Kandang Banteng’, yaitu Jawa Tengah.

Hasto menegaskan, APK tersebut jelas tidak dipasang oleh kader PDI-P. Alasannya, PDI-P tidak mengusung tema feodalistik di dalam perjuangannya

“Kami bukan menampilkan sesuatu yang feodalistik di situ. Itulah yang kemudian kami pastikan.

Maka kemarin kami berikan penjelasan resmi bahwa itu bukan dari PDI-Perjuangan,” kata Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Kristiyanto, Rabu (14/11/2018).

Hasto menambahkan, poster bergaya feodal seperti itu bukanlah gaya PDI-P.

Seperti diketahui, PDI-P menemukan banyak poster APK bergambar “Raja Jokowi” tersebar di wilayah Kota/Kabupaten di Jawa Tengah.”Justru dengan elektabilitas PDI-Perjuangan di Jawa Tengah yang mencapai 46 persen, ada pihak-pihak yang mencoba untuk mendiskreditkan Pak Jokowi dan PDI-Perjuangan,” ujar Hasto, di Posko Cemara, Rabu (14/11/2018).

Loading...