Uncategorized

Fakta-fakta yang Terungkap di Balik Pembunuhan Sadis Satu Keluarga di Bekasi

Jurnalindonesia.co.id – Polda Metro Jaya berhasil membekuk Haris Simamora (HS), terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi. HS ditangkap saat akan mendaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat, pada Kamis (15/11) atau dua hari setelah dia melakukan aksinya.

Polisi telah menetapkan HS sebagai tersangka.

“HS tadi malam sudah kami lakukan penahanan. Jadi yang bersangkutan sudah ditetapkan tersangka dan penahanan sampai sekarang,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar (Kombes) Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (16/11).

Pembunuhan terhadap satu keluarga di Bekasi ini terjadi di kediaman korban di Jalan Bojong Nangka 2 RT 002 RW 07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (13/11/2018).

Korban yang meninggal dunia adalah Diperum Nainggolan (38) dan istrinya, Maya Ambarita (37), serta dua anaknya, yaitu Sarah Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7).

Peristiwa ini diketahui pertama kali oleh seorang saksi tetangga korban, setelah merasakan kejanggalan di rumah korban.

Dalam kasus ini mobil milik korban sempat hilang, namun telah berhasil ditemukan di Cikarang.

Baca: Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi, Misteri Boneka Teddy Bear yang Dipegang Polisi

HS, terduga pembunuh satu keluarga di Bekasi. (Foto: Facebook)

Mobil itu pula yang menjadi petunjuk polisi menangkap HS.

Penelusuran HS dilakukan setelah mobil Nissan X-Trail berwarna silver dengan nopol B-1075-UOG ditemukan di rumah kos di Cikarang. Diketahui HS sempat mengobati jari telunjuk yang terluka.

Saat diinterogasi, HS mengelak terlibat dalam pembunuhan satu keluarga di Bekasi. Tapi polisi akan mengecek bukti-bukti yang ada di mobil Nissan X-Trail, seperti ceceran darah, dengan bukti-bukti di rumah Daperum Nainggolan.

“Info dari masyarakat, ternyata HS ini ada di Garut sehingga tim dari Polda dan Polres menuju ke Garut. Sampai di Garut, HS ada di kaki Gunung Guntur. Katanya akan mendaki gunung,” ujar Argo.

Dendam kerap dimarahi korban

Polisi mengatakan, pembunuhan tersebut dilatari motif balas dendam. Kesimpulan itu diambil setelah dilakukan pemeriksaan terhadap HS dan pengerucutan atas berbagai kemungkinan motif di balik kasus tersebut.

“Motifnya dia (HS) sering dimarahi (korban),” kata Argo.

HS merupakan adik laki-laki dari Maya Ambarita (37), korban sekaligus istri dari Diperum Nainggolan (38).

Mobil Nissan X-Trail B-1075-UOG milik korban pembunuhan satu keluarga. (Foto: Isal Mawardi/detikcom)

Menggunakan linggis

HS mengaku menggunakan linggis dalam aksi bejatnya. Namun polisi belum menemukan linggis yang digunakan HS untuk menghabisi nyawa korban.

Polisi sempat mencari linggis tersebut pada Kamis (15/11) malam. Namun pencarian ditunda karena cuaca tidak mendukung.

“Sampai sekarang belum ditemukan karena dibuang ke Kalimalang. Kemarin suasana hujan, deras airnya sehingga kita tunda pencarian,” kata Argo.

Luka sayatan dan lebam

Kondisi korban ditemukan dalam keadaan mengenaskan. Banyak ditemukan luka senjata tajam dan benda tumpul pada tubuh korban. Polisi sempat menyebut Daperum dan istrinya menderita luka sayat di leher. Sedangkan sepasang anak Daperum diduga dicekik dan dibekap.

“(Luka) senjata tajam. Ada banyak,” ujar Kepala Instalasi Forensik RS Polri, Kombes Edy Purnomo, kepada wartawan di RS Polri, Jakarta Timur, Selasa (13/11/2018).

Selain luka senjata tajam, ditemukan luka lebam karena benturan benda tumpul. Dari hasil pemeriksaan jasad, diduga korban diserang bertubi-tubi oleh pelaku.

“Susah kalau ngomong (luka). Kebanyakan. Ya pokoknya serangannya banyak,” ucapnya.

Saat ini polisi sudah mengumpulkan sejumlah barang bukti, seperti baju dan ponsel korban, kecuali linggis yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

Loading...