Uncategorized

Wajibkan Kadernya Dukung Prabowo-Sandi, PAN: Kalau Tidak, Kami Rugi!

Jurnalindonesia.co.id – Partai Amanat Nasional (PAN) mewajibkan kadernya untuk memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno mengatakan, hal ini merupakan keputusan Rakernas PAN. Dirinya menegaskan, seluruh kader harus mengikuti keputusan partai.

“Bagi PAN sendiri, kami sudah mewajibakan seluruh kader kami mengikuti hasil putusan rakernas yang mengusung Prabowo-Sandi. Jadi tidak ada kader PAN apalagi pengurusnya baik di pusat maupun daerah yang tidak tegak lurus dengan keputusan partai,” kata Eddy

Eddy mengatakan, semua kader harus mengikuti keputusan itu. Jika ada kader mendukung pasangan capres dan cawapres yang berbeda, Eddy mengatakan, ada mekanisme partai yang akan dijalankan.

Baca Juga: Zulkifli Hasan: Sandi Wapres Milenial dan PAN Partai Anak Muda

Baca Juga:  Maju Pilgub DKI, Agus Yudhoyono Mundur dari TNI, Sylviana Pamit ke Ahok

Hal itu sudah terjadi pada Bupati Pesisir Selatan Hendra Joni yang secara terbuka mendukung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Hendra merupakan salah satu dari 10 kepala daerah di Sumatera Barat yang mendeklarasikan diri untuk memberikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01.

Melihat kejadian itu, Eddy mengatakan partainya langsung bertindak tegas terhadap Hendra.

“Kami beri pilihan kepada yang bersangkutan, mengundurkan diri atau dipecat. Akhirnya Beliau mengundurkan diri,” ucap Eddy.

Senada dengan Eddy, Direktur Media Center DPP Partai Amanat Nasional ( PAN) Dhimam Abror menuturkan bahwa seluruh calon anggota legislatif (caleg) dari partainya memiliki komitmen untuk mengkampanyekan Prabow-Sandi.

Dhimam mengklaim, sosok Prabowo sebagai capres memberikan coattail effect atau efek ekor jas dalam memperoleh suara di pemilu legislatif (Pileg).

Baca Juga:  PA 212 Larang Massa Reuni Akbar ke Istiqlal, Ini Alasannya

“Bagi kami coattail effect itu ada dari Prabowo. Kami rugi sendiri kalo tidak mengkampanyekan pilpres,” kata Dhimam saat ditemui di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu (14/11/2018).

Baca Juga: Berharap Ada Donatur Besar, Sandiaga Mengaku Kekurangan Dana untuk Kampanye

Dirinya menjelaskan, tak dipungkiri Pileg dan Pilpres 2019 yang diadakan serentak membuat seluruh partai berkonsentrasi pada dua hal tersebut.

Di sisi lain partai akan berusaha memenuhi ambang batas parlemen sebesar 4 persen agar mendapat kursi di DPR, di sisi lain partai juga bekerja untuk mengkampanyekan pasangan capres-cawapres yang diusungnya.

Menanggapi dua hal itu, orang yang juga maju di Pileg 2019 mewakili dapil Jawa Timur I mengatakan, tak bisa dipisahkan selama masa kampanye hingga pencoblosan pada April 2019 mendatang.

Baca Juga:  ‘Ajak Pulang’ Sri Mulyani, Jokowi Lobi Sendiri Langsung ke Bos Bank Dunia

Untuk mendapatkan coattail effect, para caleg PAN juga harus mengampanyekan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Dengan begitu para caleg setidaknya mendapat dukungan dari para pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 yang belum memiliki pilihan pada Pileg 2019.

“Sebagai caleg dari PAN, saya tetap bagaimana pun akan mengkampanyekan diri saya namun juga memgkampanyekan Prabowo-Sandi karena kami enggak akan bisa dapat coattail effect tanpa capres,” kata Dhimam.