Uncategorized

Sandi: Tiap kali OK OCE Jadi Meme, Lebih dari 58 Ribu Pengusaha lahir

Jurnalindonesia.co.id – Sandiaga Salahuddin Uno berjanji, jika terpilih sebagai wakil presiden, program One Kecamatan One Center of Entrepreneurship alias OK OCE akan diterapkan secara nasional.

Sandiaga mengklaim, program yang dicanangkannya semasa menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut mampu menurunkan angka pengangguran hingga puluhan ribu.

“Setiap kali OK OCE jadi meme, lebih dari 58 ribu pengusaha lahir, pengangguran turun 20 ribu,” kata Sandi dalam kampanyenya di Palembang, Sumatra Selatan, Selasa (13/11/2018).

Sandi meyakini, program OK OCE nantinya akan menjadi gelombang besar yang bisa menyerap tenaga kerja sekaligus menurunkan tingkat pengangguran. Permodalannya pun akan dibantu oleh pemerintah.

“Kita akan melakukan penggerakan ekonomi rakyat, kita akan membantu perizinan untuk UMKM harus satu jam. Ini yang menyulitkan mereka sekarang. Kalau perizinan ini tidak dipersulit, mereka pasti sudah akan beroperasi,” ujarnya.

Baca juga: Sandiaga Uno Akui OK OCE Gagal Total

Sandi pun membahas bonus demografi yang tengah terjadi di Indonesia. Menurut dia, bonus demografi bisa berbalik menjadi bencana apabila kaum milenial, pemeran utama dari momen ini, hanya berdiam diri menjadi konsumen.

Sandiaga menantang para milenial untuk menjadi entrepreneur, alih-alih hanya menjadi konsumen. Sandi berujar, bonus demografi yang dialami Indonesia hingga 2045 mendatang harus disikapi dengan baik agar tidak menjadi bencana, namun menjadi jendela peluang agar Indonesia menjadi bangsa besar.

“Kita perlu melakukan sesuatu torehan sejarah agar milenial tidak menjadi penonton, mereka jadi pemain. Di 2030 kita tujuh besar dunia, di 2045 insyaallah empat besar dunia,” ucapnya.

Tanggung jawab membesarkan bangsa Indonesia, menurut Sandi, ada di tangan generasi milenial. Untuk itulah Sandiaga menantang kepada kaum milenial untuk bisa jadi pengusaha.

“Karena 120 juta pasar konsumsi yang ada di Indonesia di tahun 2030 itu didominasi oleh milenial. Seandainya milenial itu tidak menjadi pengusaha, mereka akan jadi konsumen saja. Mereka harus menjadi produsen. Mereka harus menikmati dari pasar yang besar ini jangan sampai ini diberikan pada produk-produk asing,” kata Sandi.

Baca juga: Komisi B DPRD DKI Sebut Pelatihan OK OCE Cuma Cuap-cuap