Uncategorized

Ajukan Syarat, Anies: Wagub DKI yang Baru Harus Mau Kerja Keras

Jurnalindonesia.co.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan ada kriteria utama yang harus dimiliki oleh pendampingnya nanti dalam memimpin Ibu Kota. Dirinya berpesan agar wagub DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno nanti harus mau bekerja keras untuk menyelesaikan masalah Jakarta.

“Kemudian kalau (di) Jakarta harus mau kerja keras, jadi jangan tanggung. Harus all out, tuntas,” kata Anies, Minggu 11 November 2018.

Anies pun tak mau berkomentar terkait nama-nama yang mencuat untuk diajukan sebagai pengganti Sandiaga. Karena meski telah diumumkan secara resmi, namun calon masih harus menjalani fit and proper test.

Baca Juga:  Cegah Banjir, Anies Perintahkan Warga Bangun Drainase Vertikal

“Saya tidak mau berkomentar sampai sudah ada resmi nama. Kan enggak enak kalau komentarin orang, kalau belum ada nama, belum resmi,” ucap Anies.

Selain masalah nama, Anies mengaku percaya dengan usulan partai pegusung yang mencalonkan anggotanya untuk maju menjadi wakil gubernur mendampinginya. Gubernur DKI itu yakin para calon mempunyai kinerja yang bagus, sehingga dapat mengikuti alur yang sudah dijalankannya dalam satu tahun terakhir.

Baca juga: Soal Wagub DKI, Anies: Saya Profesional, Bisa Bekerja dengan Siapapun

Baca Juga:  Erick Thohir Singgung "SandiwaraUno": Bedakan Pemilu dan Sinetron

“Tapi saya percaya, partai akan mengusulkan nama yang memang kompeten dan bisa kerja. Teman-teman media setiap kesempatan selalu tanya, artinya perhatian publik itu sangat besar. Jadi saya percaya, partai akan serius,” jelasnya.

Anies pun kembali mengingatkan agar calon pendampingnya nanti tidak membawa visi dan misi sendiri. Karena visi dan misi gubernur dan wagub DKI Jakarta telah disusun untuk lima tahun kepemimpinan. Selain itu dirinya sudah memiliki pemetaan terhadap program-program yang sedang dijalankannya.

“Sudah berkali-kali saya bilang, yang penting wagub mau ikut dengan visi gubernur. Jangan bawa visi sendiri, karena dia bergabung di tengah jalan. Jadi jangan bawa peta sendiri, petanya adalah peta yang dibawa gubernur,” pungkas Anies Baswedan.