Uncategorized

Dubes Khawatir Kasus Rizieq Ditangani Lembaga "Superbody" Kerajaan Saudi

Jurnalindonesia.co.id – Dubes RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, berharap semoga perkara yang dituduhkan pihak Arab Saudi ke Rizieq Shihab hanya soal imigrasi. Sebab, jika sampai persoalan keamanan negara, kasusnya akan ditangani langsung oleh sebuah lembaga superbody.

“Dubes RI akan selalu intens berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait Saudi terkait apa yang sebenarnya dituduhkan kepada MRS (Muhammad Rizieq Shihab). Dubes berharap hanya masalah overstay saja yang merupakan pelanggaran imigrasi. Dubes sangat khawatir jika yang dituduhkan kepada MRS terkait keamanan Kerajaan Arab Saudi, jika ini yang dituduhkan maka lembaga yang akan menangani adalah lembaga superbody Saudi yang ada di bawah Raja yang dikenal dengan Riasah Amni ad-Daulah atau Presidency of State Security,” kata Maftuh dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/11/2018).

Baca Juga:  Rizieq Shihab ke Kapitra: Kita Sudah Beda Jalan, Anda Bukan LagiPengacara Saya!

Baca juga: Sempat Ditahan, Rizieq Dilepas Aparat Keamanan Saudi dengan Jaminan

Maftuh menegaskan, KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah akan selalu memberikan pendampingan kekonsuleran dan pengayoman terhadap seluruh WNI atau para ekspatriat Indonesia yang menghadapi masalah hukum di Arab Saudi, termasuk Rizieq Shihab.

“KBRI dan KJRI akan mewakafkan diri untuk pemihakan dan pelayanan kepada seluruh ekspatriat Indonesia di Arab Saudi,” ujar Maftuh.

Agus Maftuh Abegebriel

Dubes RI untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel. (Foto: Fajar Pratama/detikcom)

Diketahui, Rizieq dijemput polisi dan intelijen Saudi pada 5 November 2018 karena adanya bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid terpasang di dinding rumahnya. Oleh warga setempat bendera itu dianggap mirip dengan bendera ISIS.

Baca Juga:  Berstatus Terdakwa, Caleg Gerindra Yakin Namanya Tak Dicoret

Setelah sempat menjalani pemeriksaan dan penahan selama sehari, akhirnya Rizieq dibebaskan dengan jaminan.

Baca juga: Kronologi Penjemputan hingga Penahanan Rizieq Shihab oleh Intelijen Arab Saudi

Untuk informasi, sebelum peristiwa penahanan ini, pimpinan ormas Front Pembela Islam (FPI) itu juga berurusan dengan aparat Saudi karena tak diperbolehkan meninggalkan negara tersebut. Padahal, visanya sudah habis sejak Juli 2018 lalu.

Dimintai konfirmasi terpisah, Ketua Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo menyatakan masih mendalami keterangan yang disampaikan Kemlu dan KBRI ini. Komunikasi dengan Rizieq Shihab masih terus dilakukan.

Baca Juga:  Dukung Baiq Nuril Dapat Keadilan, Ini Saran Presiden Jokowi

“Kalau Kemlu mengatakan bahwa itu karena ada aduan mengenai bendera ISIS sehingga Habib Rizieq diperiksa karena itu, saya belum bisa cek langsung ke beliau. Makanya saya saat ini sedang mau menanyakan sebetulnya ada apa,” tutur Sugito.

Baca: Rizieq Shihab Didampingi Tim KJRI Saat Diperiksa Aparat Keamanan Saudi