Uncategorized

Dianggap Merugikan, Kubu Prabowo-Sandi Boikot Metro TV

Jurnalindonesia.co.id – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memutuskan untuk memboikot sementara televisi swasta Metro TV. Perusahaan televisi milik Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh itu dianggap kerap memberitakan hal yang merugikan pasangan Prabowo-Sandiaga.

Ketua Umum BPN, Djoko Santoso mengaku siap bertanggung jawab atas keputusan pemboikotan tersebut. Dia juga mengaku telah melaporkan hal itu langsung ke Prabowo.

“Kalau lapor sudah, saya yang ambil tanggung jawab dan ambil keputusan,” kata Djoko di ‘Prabowo-Sandiaga Media Center’, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Selasa (6/11/2018).

Adapun alasan kubu Prabowo-Sandiaga memboikot sementara Metro TV adalah lantaran banyaknya pemberitaan di Metro TV soal Prabowo dan Sandiaga yang menurutnya tidak berimbang. Dengan demikian, pemberitaan tersebut sudah merugikan tim pendukung Capres dan Cawapres nomor urut 02 di Pilpres 2019 itu.

Baca Juga:  Sanusi Terjerat Kasus Pengadaan “Pompa Air” DKI Jakarta

“Karena merugikan tim saya, nggak sehat, ini sedang talkshow ada medsos dimasukin menurut pendapat A, B begini dan ini merugikan,” ujar Djoko.

Djoko menambahkan, tidak ada batas waktu untuk pemboikotan ini. Sejauh ini, kata dia, tidak ada itikad baik dari Metro TV pasca pihaknya mengumumkan akan memboikot.

“Sampai waktu ditentukan kemudian, yang jelas dia (Metro TV) happy-happy saja diboikot,” pungkasnya.

Tak masalah

Sementara itu, dari pihak Metro TV sendiri tak mempermasalahkan pemboikotan tersebut.

Baca Juga:  Keluar saat Diskusi, Ahok: Ngapain Dengerin Orang Ngomong, Aku lebih Tahu Ilmunya

Bos Media Group, Surya Paloh, mempersilakan jika ada pihak-pihak yang ingin memboikot Stasiun Metro TV.

“Dia mau boikot, boikot aja. Itu hak dia mau boikot. Ga apa-apa dong,” kata Surya Paloh usai membuka orientasi pembekalan Calon Anggota legislatif (Caleg) se-Maluku, di Gedung Siwa Lima, Ambon, Selasa (6/11/2018).

Surya Paloh meyakini, Metro TV akan tetap bisa bertahan meski kubu Prabowo-Sandi memboikotnya. Menurutnya, pemboikotan itu tidak berarti apa-apa bagi Media Group.

“Dia boleh boikot, memangnya kalau diboikot kenapa? Gak bisa hidup? Kalau diboikot gak bisa hidup, boleh lakukan negosiasi. Tapi kalau masih yakin di sana ada misi, ada niat baik, ada keyakinan dan ada survival yang mampu dipertahankan, silakan saja diboikot,” tegasnya.

Baca Juga:  Erick Thohir Singgung "SandiwaraUno": Bedakan Pemilu dan Sinetron

Meski demikian, Ketua Umum Partai Nasdem itu mengingatkan kepada jajaran redaksi stasiun Metro TV untuk tidak membalas pemboikotan dengan pemboikotan. “Tapi media tersebut gak usah ikut-ikutan memboikotnya,” ucapnya.