Jurnalindonesia.co.id – Pesawat Lion Air JT 610 yang sempat hilang kontak sudah dipastikan jatuh oleh Basarnas. Begini jejak pesawat tersebut di aplikasi Flightradar24.

Pada aplikasi radar penerbangan tersebut, JT 610 tercatat take off pada pukul 23.21 UTC atau pukul 06.21 WIB. Data terakhir tercatat pada pukul 23.31 UTC atau 06.31 WIB.

Baca: Begini Bentuk Serpihan Puing Pesawat Lion Air JT 610 yang Jatuh

Menilik detik-detik terakhir data penerbangan JT 610 dari Flightradar24, terlihat bahwa pada pukul 6.31 WIB lewat 10 detik pesawat mencapai ketinggian 5.450 kaki dengan kecepatan 324 knots.

Ketinggiannya merosot menjadi 4.900 kaki dengan kecepatan 322 knots pada pukul 6.31 WIB lewat 25 detik. Sekitar 10 detik berselang, dengan kecepatan masih tetap, ketinggian JT 610 sudah berkurang menjadi 4.850 kaki.

Baca: Sebelum Jatuh di Laut, Pilot Lion Air Sempat Minta Kembali ke Bandara

Penampakan terakhir JT 610 di Flightradar24 adalah pada pukul 6.31 WIB lewat 45 detik. Saat itu kecepatannya bertambah jadi 345 knots padahal ketinggiannya ian merosot jadi 3.650 kaki.

Penurunan ketinggian dan peningkatan kecepatan ini dikonfirmasi oleh Flightradar melalui akun Twitternya. Mereka mengaku tengah mengunduh dan memproses data ADS-B yang ditransmisikan dari pesawat.

“Data awal menunjukkan peningkatan kecepatan dan penurunan ketinggian pada kontak terakhir. #JT610,” tulis akun @flightradar24.

https://twitter.com/flightradar24/status/1056734335775268864

Saat ini Basarnas sudah memastikan Lion Air bernomor penerbangan JT 610 jatuh di laut utara Karawang, Jawa Barat. Pesawat itu lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Banten, pada pukul 06.20 WIB. Selanjutnya, pesawat itu hilang kontak pukul 06.33 WIB.

 

DETIK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *