Uncategorized

Aksi Bela Tauhid di Poso, Massa Turunkan Merah Putih dan Kibarkan Bendera Hitam

Jurnalindonesia.co.id – Aksi Bela Bendera Tauhid di Kabupaten Poso diwarnai pengibaran bendera hitam di halaman DPRD Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Peserta aksi sempat menurunkan bendera Merah Putih yang sedang berkibar di halaman DPRD sebelum mengibarkan bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (26/10). Saat itu massa memulai aksi sekitar pukul 13.30 Wita. Massa awalnya berkumpul di Masjid Baiturrahman dan berakhir di kantor DPRD Kabupaten Poso.

“Pada saat kegiatan penyampaian orasi di kantor DPRD Poso, salah seorang peserta aksi dengan spontan tanpa sepengetahuan aparat yang melakukan pengamanan, mereka menurunkan bendera Merah Putih dan mengganti dengan bendera kain hitam bertuliskan lailahaillallah,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/10/2018), seperti dilansir detikcom.

Kejadian tersebut diketahui anggota keamanan yang langsung melapor ke Polres Poso. Mengetahui hal itu, Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiyarto langsung menegur massa untuk mengibarkan kembali bendera Merah Putih seperti semula.

Baca Juga:  Korban Tewas Gempa Palu Mencapai 420 Orang

“Kapolres Poso langsung memperingatkan tokoh warga yang ikut orasi bahwa penurunan bendera Merah Putih dan diganti dengan bendera kain hitam yang bertuliskan ‘lailahaillallah‘,” ujar Dedi.

Setelah mendapat teguran, bendera warna hitam itu langsung diturunkan oleh peserta aksi. Dan bendera Merah Putih kembali dinaikkan.

Selain di halaman DPRD Poso, pengibaran bendera juga terjadi di Lapangan Sintuwu Maroso. Hanya saja, di lokasi ini tak ada bendera Merah Putih yang diturunkan massa untuk diganti dengan bendera hitam.

Baca Juga:  Anies Pastikan Datang ke Reuni 212 Meski Mengaku Bukan Alumni

“Begitu juga di tiang bendera Lapangan Sintuwu Maroso. Namun tiang bendera di Lapangan Sintuwu Maroso tidak adanya bendera Merah Putih yang sedang berkibar,” ucap Dedi.

Video dari aksi pengibaran bendera hitam itu sempat menyebar viral di media sosial. Dalam video tampak beberapa orang menaikkan bendera pada tiang di halaman DPRD Poso.

“Proses pengibaran bendera di Kota Poso. Ini Poso Bung! Ini Poso! Banser tidak diterima di sini, ini bendera Kami,” teriak seorang pria dalam video tersebut.

Sementara itu Kemendagri menyatakan ada larangan mengibarkan bendera dari organisasi-organisasi terlarang. Larangan ini tidak hanya berlaku di kantor instansi pemerintah, tapi juga di ruang publik.

Baca Juga:  Terungkap, Edy Rahmayadi Sudah Pernah Minta Mundur dari PSSI

“Jadi bendera-bendera yang tak boleh di instansi negara itu, termasuk ruang publik, adalah bendera organisasi terlarang, seperti PKI, HTI, GAM, OPM. Semua adalah bendera yang dilarang UU. Itu tugas polisi untuk menegakkan,” ucap Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Sumarsono kepada detikcom, Sabtu (27/10).