Uncategorized

Prabowo: Saya Harusnya Istirahat, Tapi Rakyat Saya Masih Miskin

Jurnalindonesia.co.id – Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto mengakui dirinya seharusnya sudah beristirahat dari panggung politik nasional. Namun, ia mengaku tak rela beristirahat setelah melihat rakyat Indonesia masih miskin.

“Saya sih harusnya istirahat, tapi saya tidak rela lihat rakyat saya masih miskin. Untuk apa saya berjuang sekian puluh tahun, kalau rakyat saya sekarang masih miskin, tidak punya apa-apa,” kata Prabowo di Bogor, Senin (22/10).

Prabowo menyadari usianya yang telah menginjak 67 tahun sudah tak lagi muda. Mantan Danjen Kopassus itu menyebut fisiknya juga sudah tak sekuat dulu ketika masih aktif sebagai tentara. Bahkan, sembari berkelakar, Prabowo mengaku pegal harus duduk bersila berjam-jam.

Baca Juga:  Walkot dan Elemen Masyarakat Tolak Acara Jalan Sehat Jokowi di Solo, Ini Kata Projo

“Saya ini diajak duduk bersila berjam-jam, pegel juga nih bib. Pegel. Jadi kalau tadi ada yang lihat, sekali-kali kaki saya ke depan, maklum sudah mantan prajurit,” ujarnya.

Baca: Alumni 212: Mau Masuk Surga? Pinta ke Allah, Rasul dan Prabowo-Sandi

Meskipun demikian, Prabowo menyatakan ingin membawa perubahan bagi bangsa dan negara Indonesia. Di sisi lain, menurut Prabowo, ketidakadilan yang masih dialami rakyat membuat dirinya ingin tetap berjuang.

“Saya mengabdikan diri, menyiapkan diri, menawarkan diri untuk jadi alat bagi rakyat dan umat di republik ini,” tuturnya.

Baca Juga:  Kronologi Meninggalnya Peserta "Reuni Akbar 212"

Mantan jenderal bintang tiga itu mengklaim mampu membawa perubahan bagi Indonesia bila terpilih dalam Pilpres 2019. Dia meyakini bersama timnya dapat menjaga kekayaan alam Indonesia agar tak lari keluar negara.

Baca: PKS Akan Berikan Sanksi Jika Calegnya Tak Kampanyekan Prabowo-Sandi

Prabowo yang berpasangan dengan Sandiaga Uno itu menegaskan bahwa Indonesia adalah negara kaya, dengan sumber daya alam yang berlimpah. Adapun kekayaan alam tersebut adalah hak seluruh rakyat Indonesia yang bila tak bisa dikelola dengan baik, tak akan mampu mewujudkan kesejahteraan.

“Kami yakin, kami mampu didukung rakyat semua, kami mampu untuk mengamankan, untuk menghentikan kekayaan negara Indonesia tidak mengalir ke luar Indonesia lagi. Itu perjuangan kami,”jelasnya.

Baca Juga:  Koruptor Mengadili Koruptor, Ini Dagelan Jeruk Makan Jeruk

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tingkat kemiskinan Indonesia terus mencatatkan penurunan. Per Maret 2018, tingkat kemiskinan tercatat  di kisaran 9,82 persen dari total penduduk. (fra/agi)

 

CNNINDONESIA