Uncategorized

Sudah 2 Kali Mangkir, Rizal Ramli Diminta Penuhi Panggilan Polisi

Jurnalindonesia.co.id – WAKIL Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai NasDem Hermawi Taslim meminta mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli (RR) memenuhi panggilan Polda Metro Jaya. Rizal Ramli sudah dua kali mangkir dari pemeriksaan.

“Saya mendapat info bahwa hari ini panggilan kedua. Panggilan petama RR itu pada 8 Oktober 2018. Entah kenapa beliau tidak datang,” kata Hermawi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (22/10).

Keterangan Rizal, kata Hermawi, dibutuhkan penyidik untuk membuat terang kasus. Ia percaya penyidik bisa profesional menangani laporan terhadap Rizal Ramli.

“Kita berharap semua sesuai dengan prosedur, RR sportif datang mau diperiksa supaya ada progres dan cepat ketahuan siapa yang benar dan tidak benar,” ungkap dia.

Hermawi berharap kasus Rizal Ramli bisa jadi pembelajaran bagi publik. Setiap orang, kata dia, harus bisa hati-hati dalam memberikan pernyataan.

“Yang sekolah itu bukan cuma otak, mulut juga sekolah,” tegasnya.

Hermawi mengaku sengaja datang ke Polda Metro Jaya untuk mengecek perkembangan laporannya terhadap Rizal Ramil. Menurut dia, sikap ini wajar dilakukan seorang pelapor.

Baca: Laporkan Surya Paloh ke Bareskrim, Rizal Ramli Tuntut Ganti Rugi Rp1 Triliun

Rizal dilaporkan Ketua Badan Advokasi Hukum DPP Partai NasDem Taufik Basari ke polisi karena mengeluarkan pernyataan tentang impor garam dan gula yang berlebih dari kuota seharusnya. Ia menyebut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sebagai biang kerok masalah ini.

Namun, Rizal menuding Presiden Joko Widodo tidak berani menegur Enggar yang berasal dari Partai NasDem. Alasannya, kata Rizal, Jokowi sungkan dengan Surya Paloh yang merupakan ketua umum Partai NasDem.

Komandan Komando Strategis NasDem (Konstranas) Syahrul Yasin Limpo menilai pernyataan Rizal adalah fitnah keji yang tak berdasar. Pernyataan yang dikeluarkan di beberapa media itu dinilai bertujuan membunuh karakter Surya Paloh.

“Saudara RR juga telah merendahkan martabat Presiden Jokowi dengan menggambarkan sosok yang mudah ditekan pihak lain,” kata Syahrul. (Medcom/OL-2)

 

MEDIAINDONESIA

Loading...