Uncategorized

Tanggapi Pidato "Game of Thrones" Jokowi, Sudjiwo Tedjo: Aku Pilih Pemimpin yang Ngerti Wayang

Jurnalindonesia.co.id – Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) di pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali, Jumat (12/10/2018) ramai diperbincangkan di media sosial.

Orang nomor satu di RI itu menggambarkan ekonomi global dengan cerita serial ‘Game of Thrones’. Di lini masa Twitter, ‘Game of Thrones’ pun memuncaki trending topic Indonesia.

Apresiasi dan pujian pun dialamatkan ke Jokowi atas pidatonya tersebut.

Baca: Siapa Pembuat Pidato ‘Game of Thrones’ Jokowi?

Namun tidak bagi tokoh yang satu ini.

Meski pidato ‘Game of Thrones’ itu dihujani pujian dari khalayak, namun nyatanya tidak menarik minat budayawan Sudjiwo Tedjo.

Seniman serba bisa kelahiran Jember, Jawa Timur, itu justru mengaku tidak paham mengenai ‘Game of Thrones’.

Tak hanya soal pidato Jokowi, Sudjiwo Tedjo juga menyinggung pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di acara Rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (11/102018) kemarin.

Pernyataan Prabowo itu juga menuai kontroversi lantaran disebut-sebut mirip dengan slogan kampanye Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Pernyataan yang dimaksud adalah ‘Indonesia First, Make Indonesia Great Again’, yang dianggap sebagai modifikasi dari slogan ‘America First, Make America Great Again’ milik Trump.

Baca: Kontroversi Ucapan Prabowo Soal “Make Indonesia Great Again”

Sudjiwo Tedjo mengaku akan lebih memilih pemimpin Indonesia yang mengerti wayang dan legenda-legenda dari tanah air.

“Aku gak ngerti ‘Games of Thrones’. Juga gak ngerti ‘Make Indonesia Great Again’. Jika harus milih, aku akan pilih pemimpin Indonesia yang ngerti wayang/legenda-legenda tanah air sendiri saja,” tulis Sudjiwo Tedjo di akun Twitter @sudjiwotedjo.

Pidato ‘Game of Thrones’ Jokowi

Diketahui, dalam pidato di Annual Meetings IMF-World Bank Group, di Nusa Dua Hall Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Jumat (12/10/2018) kemarin, Presiden Jokowi sempat menggambarkan kondisi ekonomi global dengan cerita serial ‘Game of Thrones’.

“Dengan berbagai masalah perekonomian dunia, sudah cukup bagi kita untuk mengatakan bahwa winter is coming,” kata Jokowi.

Adapun istilah ‘Winter is Coming’ sendiri adalah salah satu fase yang ada di dalam serial ‘Game of Thrones’, satu fase akan hadirnya sesuatu yang bisa merugikan seluruh houses yang ada di ‘Game of Thrones’.

Presiden Jokowi dalam pidatonya mengkritik perang antar negara maju demi merebut kesuksesan, namun lupa mengenai bahaya yang mengancam akibat perang tersebut.

Baca juga: Pidato Game of Thrones, Meme Jokowi ‘Winter is Coming’ Dipajang HBO

Di dalam kisah ‘Game of Thrones’, Great Houses bersaing satu sama lain untuk mengambil alih kendali The Iron Throne.

Perselisihan antar-Great Houses berlangsung hingga ada satu houses yang berjaya sementara houses lainnya mengalami kesulitan.

Namun, ketika saling berselisih, para houses tidak menyadari ketika winter is coming, diketahui ada evil winter (atau lebih tepatnya White Walker) mengancam keberadaan mereka semua dan berpotensi untuk menghancurkan kehidupan seluruh Great Houses.

“Dengan adanya kekhawatiran ancaman evil winter tersebut, akhirnya mereka sadar tidak penting siapa yang duduk di The Iron Throne, yang penting kekuatan bersama untuk mengalahkan evil winter, agar goncangan global tidak terjadi, agar dunia tidak berubah menjadi tanah tandus yang porak poranda,” ujar Jokowi di hadapan para pimpinan negara, menteri ekonomi, gubernur bank sentral, hingga pejabat di bidang pembangunan lainnya dari seluruh negara di dunia.

Menurut Jokowi, dalam konteks ekonomi global saat ini, sudah saatnya ada kerja sama antar-negara untuk mencegah terjadinya kehancuran dunia yang salah satunya disebabkan oleh perubahan iklim yang semakin ekstrem.

“Untuk itu, kita harus bertanya, apakah sekarang saat yang tepat untuk rivalitas dan kompetisi? Sekali lagi, apakah sekarang ini merupakan saat yang tepat untuk rivalitas dan kompetisi? Ataukah saat ini waktu yang tepat untuk kerja sama dan kolaborasi?” ujar Jokowi.

Pidato yang disampaikan Jokowi itu pun menuai pujian dari peserta yang hadir. Salah satunya dari duta Besar Belanda untuk RI, Rob Swartbol.

Rob Swartbol mengaku para peserta acara sampai melakukan standing ovation saat Presiden Jokowi menyelesaikan pidatonya.

“Very powerful speech by Indonesian President @jokowi against #TradeWars, in favor of international cooperation. “We know how #GameOfThrones will end – no benefits for the losers nor for the winners”. Standing ovation at the plenary session of the #IMFWBAnnualMeeting2018,” kicau Rob Swartbol

https://twitter.com/robswartbol/status/1050565231192113152