Uncategorized

Peneliti Ungkap Potensi 'Hujan Kaca' Jika Jakarta Dilanda Gempa

Jurnalindonesia.co.id – Seandainya gempa bumi mengguncang DKI Jakarta, diprediksi akan terjadi hujan kaca dari gedung-gedung pencakar langit.

Hal tersebut disampaikan peneliti geografi dan tata ruang Badan Informasi Geospasial (BIG), Yosef Prihanto, terkait adanya potensi gempa di Jakarta.

Yosef mengatakan, ketika gempa, kaca gedung-gedung bertingkat akan pecah dan serpihannya akan menghujani orang-orang yang berada di bawahnya. Tentu hujan kaca ini akan memakan korban luka hingga jiwa.

“Pernahkah terpikir kaca gedung pencakar langit di Jakarta bisa pecah dan jatuh sebagai hujan kaca ketika terjadi gempa bumi,” tutur Yosef di bilangan Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (11/10), dikutip dari CNN Indonesia.

Yosef mengingatkan, sesungguhnya ada potensi gempa di Ibu Kota. Sebab, ada sesar aktif yang membentang sekitar 25 kilometer di selatan Jakarta. Sesar ini, menurut dia, merupakan kepanjangan dari sesar Baribis.

Baca Juga:  Kronologi Ratna Sarumpaet Kena Tipu "Uang Raja Rp23 Triliun"

“Saya mengingatkan ada patahan di selatan Jakarta. Itu potensial gempa, lalu orang lupa atas potensi ini. Kita harus ingat ada potensi gempa dari patahan di selatan Jakarta,” ucap Yosef.

Baca juga: DKI Jakarta dalam Ancaman Gempa Lebih dari 8 SR

Ucapan Yosef tersebut mengacu pada jurnal geodesi yang disusun peneliti Australia Achraff Koulali pada 2016. Koulali menemukan adanya sesar Baribis yang melintang di selatan Jakarta. Selama ini sesar Baribis dianggap hanya membentang dari Cilacap, Jawa Tengah hingga Subang, Jawa Barat.

Baca Juga:  Selain Massa Alumni 212, 300 Advokat Akan Dampingi Amien Rais ke PoldaMetro

Dalam temuannya, sesar Baribis ini melintang dari Purwakarta, Cibatu (Bekasi), Tangerang dan Rangkasbitung. Sesar ini juga ternyata melewati beberapa kecamatan di Jakarta seperti Pasar Rebo, Ciracas, Jagakarsa, dan Cipayung.

Dalam jurnal Koulali disebutkan, peneliti Ngoc Nguyen menemukan adanya gempa besar di Jakarta yang disebabkan oleh Sesar Baribis pada tahun 1780 dan 1834.

Baca Juga:  Andi Arief Sarankan Jokowi Ngantor Sementara di NTB untuk Tunjukkan Kepedulian

Pada tahun 1780, gempa tercatat berkekuatan 8,5 skala Richter (SR). Sedangkan pada tahun 1834 gempa berkekuatan 7-7,7 SR kembali mengguncang Jakarta. Gempa pada tahun 1780 disebut sebagai gempa terkuat yang pernah menggungcang daerah Jawa Barat. (jnp/evn/CNN Indonesia)