Uncategorized

Mengaku Dapat Undangan, Ratna Ternyata Tak Terdaftar di WPIC 2018 di Chile

Jurnalindonesia.co.id – Fakta terbaru terkait kasus Ratna Sarumpaet mengungkap, ternyata aktivis perempuan kelahiran Tapanuli Utara, Sumatera Utara, itu tidak ada dalam daftar Senior Advisor Women Playwrights International Conference (WPIC) 2018 yang digelar di Santiago, Chile.

Hal tersebut diketahui melalui newsletter WPIC 2018 yang diterbitkan panitia acara bulan Oktober 2018.

Dalam barisan Seniors Advisors WPIC 2018, hanya ada satu nama dari wilayah Asia, yaitu Jyoti Mhapsekar dari India.

Selain Jyoti, nama-nama yang termasuk Seniors Advisors acara itu adalah Anna kay France (USA), Kynn Hayes (USA), Linda Parris Bailey (USA), Julie Holledge (UJ/Australia), Sandra Shotlander (Australia), Lene Therese Teigen (Norway) dan Chaterine Fitzgerald (Australia).

Menanggapi hal itu, Pelaksana tugas (Plt) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta Asiantoro mengatakan bahwa pihaknya hanya mefasilitasi Ratna untuk menghadiri acara tersebut.

“Kita kan hanya memfasilitasi itu aja,” kata Asiantoro kepada wartawan Senin (8/10/2018).

Asiantoro pun mengakui bila kehadiran Ratna di acara itu atas nama pribadi, bukan mewakili Pemerintah Daerah (Pemda) DKI.

“Ratna Sarumpeat itu bukan dikirim lewat Pemda. Dia minta permohonan. Jalannya atas nama pribadi,” lanjut Asiantoro.

Asiantoro lantas menyatakan, semua warga DKI berhak mengajukan permohonan kepada Pemprov DKI untuk meminta ongkos jika ingin menghadiri atau menampilkan karya seni mereka di panggung Internasional.

Sebelumnya, Asiantoro mengatakan, keberangkatan Ratna ke Chile dibiayai oleh Pemda DKI sebesar Rp70 juta. Uang sebesar itu sudah termasuk biaya tiket, akomodasi, hingga uang saku.

“Untuk tiket, akomodasi, dan uang saku, kurang lebih Rp 70 juta,” kata Asiantoro seperti dilansir Kompas.com, Jumat (5/10/2018).

Menurut Asiantoro, Ratna melalui keterangan tertulisnya meminta bantuan sponsor kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengikuti acara The 11th Women Playrights International Conference (WPIC) 2018 di Santiago, Chile. Surat itu diterima Ratna pada 17 Oktober 2017. Selanjutnya, permohonan sponsorship ke Pemprov DKI dikirim Ratna pada 31 Januari 2018.

Surat permohonan tersebut diterima Gubernur DKI pada 19 Februari 2018, kemudian didisposisikan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

“Disposisi Bapak Gubernur ke Dinas Parbud adalah difasilitasi dan didukung serta TL (tindak lanjut) sesuai ketentuan,” ujarnya.

Baca: Dinas Pariwisata DKI Fasilitasi Ratna Sarumpaet ke Chile atas Perintah Anies

Dinas Pariwisata kemudian mendisposisikan surat tersebut ke Bidang Nilai Sejarah dan Budaya. Kemudian ditindaklanjuti dengan membuat nota dinas ke Biro Administrasi Sekretariat Daerah (ASD) karena biaya perjalanan dinas merupakan tupoksi Biro ASD.

“Dinas Parbud melakukan pengaturan perjalanan Ratna Sarumpaet sekaligus membantu berkoordinasi dengan pihak panitia Woman Playwrights International. Dan dijadwalkan Bu Ratna akan tampil di opening tanggal 7 Oktober 2018,” kata Asiantoro.

Asiantoro menegaskan, pencairan dana sebesar Rp70 juta tersebut telah sesuai dengan ketentuan. Ketentuan yang dimaksud adalah Keputusan Gubernur Nomor 1066 Tahun 2018 tentang Standar Biaya Perjalanan Dinas Dalam dan Luar Negeri.

“Per hari udah ada ketentuannya di DKI. Tergantung negaranya, uang tiket juga tergantung itu. Di Kepgub 1066 Tahun 2018 udah diatur,” ujar Asiantoro kepada Kompas.com, Jumat (5/10/2018).

Asiantoro menjelaskan, biaya perjalanan yang diberikan untuk Ratna dihitung mulai tanggal 7-12 Oktober, sesuai acara yang akan dihadiri Ratna di Chile.

“Di Pemda DKI sudah ada standarnya. Ke Amerika, Asia, per hari berapa dollar, uang sakunya itu jelas. Posisinya dapat haknya berapa, ada ketentuannya diatur,” papar Asiantoro.

Sementara itu Gubernur Anies Baswedan menyatakan pemberian dana tunai sebesar Rp 70 juta untuk Ratna sebagai bentuk kepedulian Pemprov DKI pada dunia seni. Atas dasar itulah Anies menyebut sponsor berupa uang yang diberikan kepada Ratna adalah hal yang normal.

“Ini problemnya bukan pada seninya, ini karena ada cekalnya,” kata Anies di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (5/10/2018).

Anies menegaskan, Pemprov DKI Jakarta selalu mendukung semua pihak yang berkarya di bidang seni. Apa lagi saat yang bersangkutan mendapat panggung internasional.

Selain itu, dalam hal sponsor yang diberikan kepada Ratna, Anies menambahkan, pemberian sponsor itu karena perempuan penggiat teater dan sosial yang belakangan lebih aktif di dunia politik itu pernah menjadi Ketua Dewan Kesenian Jakarta. “Sehingga hal yang normal memberikan fasilitas itu.”

Ratna Sarumpaet ditangkap di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta saat hendak berangkat menuju Chile, Kamis (4/10/2018). Dia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyebaran hoaks. Ratna dianggap melanggar Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Pidana Hukum dan Undang-Undang ITE Pasal 28 juncto Pasal 45 dengan ancaman 10 tahun.

Kuasa hukum Ratna, Insank Nasruddin, telah menegaskan bahwa kliennya berangkat ke Chile bukan untuk melarikan diri.

Baca: Polisi Tangkap Ratna Sarumpaet agar Kasus Seperti Habib Rizieq Tak Terulang

Loading...