Uncategorized

Mahfud MD Minta 3 Orang Ini Bertanggungjawab Terkait Hoax Ratna: FZ, RMy, dan SU

Jurnalindonesia.co.id – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Dr Mahfud MD meminta tiga orang ini bertanggung jawab atas penyebaran hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet.

Ketiga orang ini, kata Mahfud, bisa dijerat Undang-undang Transaksi Elektronik dan Informatika (UU ITE), dengan ancaman hukuman maksimal enam (6) tahun.

Mahfud menyebut inisial dari 3 orang yang diduga ikut bertanggungjawab atas penyebaran hoax tersebut.

“Siang ini sudah terbukti kan? Tinggallah kini penyebar beritanya spt FZ, RMy, dan SU mempertanggungjawabkan,” tulis Mahfud MD di akun twitternya, @mohmahfudmd, Rabu (3/10/2018).

https://twitter.com/mohmahfudmd/status/1047385840735858688

Sebelumnya, Ketua MK periode 2008-2013 itu sempat meminta Wakil Ketua DPR Fadli Zon bertanggung jawab atas informasi yang dia sebarkan.

https://twitter.com/mohmahfudmd/status/1047311879515725830

Penyebar hoax Ratna Sarumpaet dinaiaya

Sebelum kebohongan ini terungkap, memang sejumlah tokoh dan politisi gencar menyebarkan informasi yang menyebut Ratna Sarumpaet dianiaya.

Baca Juga:  Orangtua Terduga Pelaku Pengeroyokan Minta Pertanggungjawaban Panglima TNI

Tokoh politisi tersebut antara lain Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, anggota Fraksi Partai Gerindra DPR Rachel Maryam, Jenderal Purn. Suryo Prabowo.

Fadli Zon melalui akun Twitter-nya pada 2 Oktober 2018 siang sempat menginformasikan bahwa Ratna Sarumpaet dinaiaya. Dengan keras, Fadli mengutuk para penganiaya dan menyebut mereka sebagai pengecut.

Fadli juga sempat menemui Ratna Sarumpaet di tempat persembunyiannya. Menurut Fadli, setelah dianiaya Ratna dibuang di Cimahi, Jawa Barat.

Inilah twit Fadli Zon yang menyebutkan Ratna Sarumpaet dianiaya.

Rachel Maryam

Mantan artis yang kini berkecimpung di Partai Gerindra ini setidaknya dua kali men-twit informasi yang menyebutkan Ratna Sarumpaet dianiaya.

inilah salah satu cuitan Rachel Maryam soal penganiayaan Ratna.

Ratna Sarumpaet

Foto diduga Ratna Sarumpaet mengalami lebam di wajah. (Istimewa)

Suryo Prabowo

Baca Juga:  FPI Berkeras Kasus Rizieq di Saudi Bukan Karena Bendera

Melalui akun twitternya, jenderal purnawirawan TNI yang sekarang menjadi politisi Gerindra ini juga menyebut Ratna Sarumpaet dianiaya.

“Bu @RatnaSpaet dihajar 3 org (21/9) di Bandara Husein S. Bdg ketika taksi dihentikan ditempat sepi, lalu ditarik keluar & dihajar. Kemudian dia dibopong sopir taksi dan diturunkan di pinggir jalan di Cimahi…dst. Hari ini di suatu tempatdia menemui Pak PS. Dah, itu ajah,” tulis JS Prabowo.

Terlanjur simpati

Mahfud yang mengaku terlanjur simpati kepada Ratna meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus hoaks ini.

“Saya sih terlanjur menyatakan simpati dan empati kepada Ratna dan meminta Polri mengusut penganiayanya. Eh, ternyata beritanya bohong,” tulis Mahfud MD di akun Twitter @mohmahfudmd.

Baca Juga:  Kisah Dokter Terpaksa Minum Cairan Infus di Tengah Kesulitan Air di Palu

https://twitter.com/mohmahfudmd/status/1047387242270867456

Mahfud mengaku sudah mulai curiga sejak selasa (2/10/2018) malam .

Berikut pernyataan Mahfud MD tentang kecurigaannya pada kasus Ratna Sarumpaet tersebut.

“Ya, sejak tengah malam semalam sudah tersiar kebohongannya. Pada saat-saat yang katanya dianiaya ternyata HP aktif di Jakarta, registrasi di sebuah RS di Jakarta, narik uang untuk bayar di ATM Jakarta, main Twitter di Jakarta.

Tak perlu penjelasan lagi, sudah diketahui akal-akalannya oleh Polisi. Siapa yg malu?”

https://twitter.com/mohmahfudmd/status/1047393518623191040