Uncategorized

Ratna Sarumpaet Sebut Dirinya Pencipta Hoaks Terbaik

Jurnalindonesia.co.id – Ratna Sarumpaet menyebut dirinya sebagai pencipta berita bohong atau hoaks terbaik. Sebab, dia telah berhasil membuat banyak orang percaya soal kabar penganiayaan yang menimpanya.

“Kali ini saya pencipta hoaks terbaik ternyata, menghebohkan semua negeri,” kata Ratna dalam konferensi pers di kediamannya di Tebet, Jakarta, Rabu (3/10).

“Mari kita ambil pelajaran dan bangsa kita ini dalam keadaan tidak baik, seperti yang saya lakukan ini, mari kita hentikan,” lanjutnya.

Karena itulah, Ratna yang merupakan Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, meminta maaf kepada Prabowo atas cerita bohong yang dibuatnya tersebut.

“Melalui forum ini saya dengan sangat memohon maaf pada Pak Prabowo Subianto yang dengan tulus membela saya. Membela kebohongan yang saya buat,” katanya.

Baca Juga:  Ini Surat Ratna ke Gubernur Anies soal Permohonan Hadiri Konferensi diChile

Baca: Mengaku, Ratna Sarumpaet Minta Maaf ke Prabowo dan Amien Rais Soal Hoaks Penganiayaan

Selain ke Prabowo, Ratna juga menyampaikan permohonan maaf kepada Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang turut membelanya.

Tak hanya itu, Ratna juga meminta maaf kepada kelompok emak-emak yang selalu mendukung setiap perjuangannya.

“Saya juga minta maaf pada emak-emak yang selalu menyebut saya dalam perjuangannya. Aku tahu kalian kecewa, tapi begitulah hidup,” kata Ratna.

Lebih lanjut Ratna pun berjanji akan memperbaiki dan meneruskan perjuangan yang menurutnya sedang terhenyak.

Baca Juga:  Atas Arahan Habib Rizieq, Panitia Reuni 212 Batal Undang Jokowi

“Demi Allah saya tidak berniat berbuat seperti itu. Semoga ini tidak pengaruhi perjuangan kita,” ucap Ratna.

Baca: Ratna Sarumpaet Akui Kabar Penganiayaan Itu Cuma Khayalan

Jumpa pers ini digelar untuk mengklarifikasi soal kabar penganiayaan terhadap dirinya yang terjadi di Bandung, Jawa Barat, pada 21 September 2018. Ratna pun mengakui pada tanggal tersebut dirinya tidak berada di Bandung, melainkan mendatangi rumah sakit khusus bedah untuk menemui dokter ahli bedah plastik di Jakarta.

“Kedatangan saya ke situ karena kami sepakat dia menyedot lemak pipi kiri,” kata Ratna.

Pengakuan Ratna tersebut hampir serupa dengan hasil penyelidikan awal kepolisian yang dirilis pagi tadi. Hasil penyelidikan polisi menyatakan saat peristiwa penganiayaan yang disebut terjadi 21 September, Ratna tidak sedang di Bandung melainkan di Jakarta.

Baca Juga:  Titiek Soeharto Soal Ratna: di Zaman Orde Baru Apa Dengar Ada AktivisWanita Dianiaya?

Penyelidikan kepolisian menyebut berdasarkan data perbankan milik Ratna yang berhasil dihimpun, Ratna diketahui melakukan transaksi debit dengan Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika.

Baca: Polisi Sebut Ratna Sarumpaet Operasi Plastik Bukan Dianiaya, Ini Buktinya