Uncategorized

Polisi Sebut Operasi Plastik, Kubu Prabowo Lebih Percaya Ratna Sarumpaet

Jurnalindonesia.co.id – Kubu Prabowo Subianto tetap percaya pada pengakuan Ratna Sarumpaet meski polisi telah menyatakan aktivis perempuan berusia 70 tahun itu tidak mengalami penganiayaan melainkan operasi plastik.

“Kami percaya pengakuan Bu Ratna kepada kami. Kami berprasangka baik karena memang beliau menyatakan dianiaya,” kata juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, kepada CNNIndonesia.com, Rabu (3/10).

Hal itu Dahnil sampaikan untuk menjawab soal kemungkinan blunder terhadap kubu Prabowo-Sandi dalam kasus dugaan penganiayaan ini lantaran wajah Ratna lebam diduga karena operasi platik bukan dianiaya.

Dahnil bahkan menyebut calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan Ratna mendorong pelaporan kasus tersebut ke kepolisian dan mengungkapkannya secara terbuka kepada publik.

“Ya, salah satu saran, desakan Pak Prabowo kepada Bu Ratna adalah pelaporan (ke kepolisian),” tutur Dahnil.

“Kami berharap sejak awal Bu Ratna melakukan pelaporan ke polisi dan menyatakan ke publik terkait penganiayaan yang diakuinya ke kami. Kalau publik mengetahui, maka Bu Ratna dilindungi dan tak perlu takut,” imbuhnya.

Baca Juga:  PA 212 Ke Ma’ruf: Sampai Kapanpun 212 Tidak Akan Bubar

Baca: Polisi Sebut Ratna Sarumpaet Operasi Plastik Bukan Dianiaya, Ini Buktinya

Namun, kata Dahnil, Ratna enggan melakukan pelaporan karena tidak percaya dengan kesungguhan kepolisian dalam mengusut kasusnya.

Hal itu, kata dia, bercermin pada sejumlah kasus yang dialami tokoh-tokoh oposisi lainnya, seperti kasus pengadangan terhadap aktivis #2019GantiPresiden Neno Warisman di sejumlah wilayah.

“Penanganan-penanganan sebelumnya enggak tuntas-tuntas, beliau merasa sia-sia (jika melapor),” ujar Dahnil.

Mengenai kemungkinan melakukan pembuktian sendiri atas dugaan penganiayaan tersebut, seperti visum, Dahnil menyerahkan sepenuhnya pada Ratna sendiri.

“Kita akan pastikan komunikasi lagi dengan Bu Ratna,” pungkas Ketua PP Pemuda Muhammadiyah ini.

Baca juga: Dr Tompi Beri Penjelasan soal Foto Wajah Lebam Ratna Sarumpaet, Operasi Plastik?

Sebelumnya beredar hasil penyelidikan polisi soal kasus Ratna. Polisi menyebut wajah Ratna lebam karena operasi plastik, bukan karena dianiaya.

Baca Juga:  Bupati Boyolali: Kita Harus Buat Sikap Bermartabat, Yakni Tidak PilihPrabowo

Sumber di kepolisian membenarkan dokumen yang beredar tersebut.

Hasil penyelidikan menyebut, Ratna operasi plastik di sebuah klinik bedah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Penyelidikan yang melibatkan dua Polda — Jawa Barat dan Metro Jaya — mengungkap temuan, pada tanggal 21 September 2018 tak ada konferensi dengan negara asing di Bandung. Dalam pemberitaan disebut, Ratna dianiaya usai menghadiri konferensi dengan beberapa peserta dari luar negeri.

Selain itu tidak ada saksi mata di Bandara Husein Sastranegara Bandung yang melihat aksi pengeroyokan dan tidak ada daftar manifes atas nama Ratna Sarumpaet.

Hasil penyelidikan Polda Metro Jaya menguatkan penyelidikan Polda Jabar. Pertama dari nomor telepon seluler Ratna yang dinyatakan aktif di Jakarta, bukan di Bandung pada tanggal 20-24 September 2018.

Sementara dari pengecekan rekening Ratna dan anaknya ada tiga kali dana keluar yang didebet di Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika masing-masing sebesar Rp25 juta pada tanggal 20 September 2018, Rp25 juta pada tanggal 21 September, dan Rp40 juta pada tanggal 24 September 2018.

Baca Juga:  Peneliti Ungkap Potensi 'Hujan Kaca' Jika Jakarta Dilanda Gempa

Polisi juga sudah meminta keterangan ke RS Bina Estetika dan diperoleh keterangan bahwa Ratna Sarumpaet menjadi pasien di rumah sakit tersebut pada tanggal 20, 21 dan 24 September 2018.

Hal ini diperkuat dengan rekaman CCTV di klinik tersebut dan buku daftar pasien.

Baca juga: Titiek Soeharto Soal Ratna: di Zaman Orde Baru Apa Dengar Ada Aktivis Wanita Dianiaya?