Politik

Walkot dan Elemen Masyarakat Tolak Acara Jalan Sehat Jokowi di Solo, Ini Kata Projo

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo (kedua kiri) berjalan di sepanjang Jalan Slamet Riyadi saat Car Free Day Kota Solo, Jawa Tengah, Minggu (24/5/15). (Foto: Antara/Maulana Surya)

Jurnalindonesia.co.id – Kelompok relawan pendukung Joko Widodo (Jokowi), Projo, menjamin acara jalan sehat yang mengundang capres nomor urut 01 itu akan bersih dari atribut partai politik. Projo memastikan jalan sehat bersama Jokowi di car free day (CFD) Jalan Slamet Riyadi dengan titik kumpul Stadion Sriwedari bebas dari muatan politik.

“Acara ini tidak menggunakan atribut parpol, atribut relawan dan tidak ada unsur kampanye. Murni kegiatan Pak Jokowi untuk melepas kangen dengan warga Solo,” tegas Ketum Projo Budi Arie Setiadi dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jumat (28/9/2018).

Sebelumnya, acara jalan sehat yang sedianya dilangsungkan pada Minggu (30/8/2018) di Solo dengan mengundang Jokowi mendapat penolakan dari elemen masyarakat. Salah satunya dari The Islamic Study and Action Center (ISAC).

Mereka menolak kegiatan itu karena dilaksanakan di area CFD.

“Kegiatan bermuatan politik seperti dukung mendukung capres dan cawapres seyogyanya tidak dilakukan di car free day,” kata Sekretaris ISAC, Endro Sudarsono, saat ditemui detikcom di Masjid Nurul Iman, Kalitan, Solo, Jumat (28/9/2018).

Menurutnya, CFD tidak boleh digunakan sebagai arena berpolitik. ISAC mengecam adanya kegiatan yang diadakan dengan kampanye terselubung.

“Kami minta agar kepolisian, KPU, Bawaslu dan Satpol PP menolak kegiatan itu. Kami minta kegiatan dilakukan di luar CFD dan harus sesuai ketentuan,” ujar Endro.

Endro juga mendapat informasi bahwa acara tersebut juga menggalang massa dari lintas provinsi. Untuk itu dia meminta panitia juga wajib meminta izin kepada kepolisian.

Tak hanya ISAC, pemerintah kota (Pemkot) Solo pun menyatakan keberatannya dengan rencana kegiatan di kawasan CFD tersebut.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menegaskan bahwa kegiatan politik tidak diperbolehkan dilakukan di CFD.

“Untuk kegiatan politik capres cawapres maupun parpol peserta pemilu serta organisasi-organisasi berbau politik tidak diperbolehkan bergiatan di CFD,” kata pria yang akrab disapa Rudy ini dalam konferensi video di Balai Kota Surakarta, Jumat (28/9/2018).

Baca: Amien Rais: Jalan Sehat di Solo Sukses, Bukti Jokowi Sudah Tak Laku

Rudy yang merupakan Ketua DPC PDIP Surakarta juga menyatakan bahwa acara yang tersebut tidak ada kaitannya dengan PDIP. Menurutnya, PDIP tidak terlibat dalam penyelenggaraan jalan sehat. Bahkan, menurutnya, PDIP menolak acara yang digelar oleh Projo tersebut.

“PDIP tidak menyelenggarakan. PDIP yang membuat aturan (larangan berpolitik di CFD) kok, masa dilanggar sendiri,” ujar mantan Wakil Wali Kota Solo era Jokowi ini.

Rudy mengaku tak mengetahui siapa penyelenggara kegiatan tersebut. Namun dia memastikan kegiatan pengerahan massa hingga puluhan ribu orang itu adalah kampanye.

“Tapi katanya akan dialihkan. Yang penting tidak berada di delapan titik white area di jalan protokol-protokol itu. Tidak boleh untuk kegiatan politik,” pungkasnya.

Sementara itu Jokowi sendiri menyerahkan sepenuhnya kepada penyelenggara terkait penolakan tersebut. Jokowi juga mengaku tidak tahu apakah dirinya diundang dalam acara jalan sehat itu. Dia juga tak bisa memastikan dirinya akan hadir.

“Tanyakan panitianya, acaranya seperti apa, jam berapa, saya diundang apa nggak. Kalau diundang ya bisa datang bisa tidak,” kata Jokowi usai membuka Kongres XXIV Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Sunan Hotel Solo, Jumat (28/9/2018).

Baca juga: Mardani: Siapa yang Sebenarnya Provokasi di CFD?

Sedangkan dari pihak Projo mengatakan, acara tersebut tak bermuatan politik. Ketum Projo Budi Arie Setiadi mengklaim penyelenggara acara ini adalah warga Solo.

“Penyelanggaranya murni warga Solo dan bukannya satu organisasi tertentu. Bahwa banyak organisasi yang mengimbau anggotanya untuk hadir adalah hal biasa. Ini murni kerinduan warga Solo kepada Pak Jokowi begitu pula sebaliknya,” kata Budi.

Menurut Budi, tak ada unsur kampanye di acara tersebut. Dia menilai, Jokowi tak perlu kampanye di Solo karena warga Solo telah mengakui hasil kerjanya.

“Lagipula sebagian besar warga Solo sangat mendukung Jokowi lagi. Jadi acara jalan sehat itu harus tetap diselenggarakan. Lagipula ngapain Jokowi kampanye di Solo di mana seluruh warganya paham dan mengakui hasil kinerja Jokowi di Solo, ” ujar Budi.

Loading...