Ekonomi dan Bisnis

Prabowo: Untuk Apa Jalan Tol Bagus Kalau Mobil dan Truk Produk Asing

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Musa Rajeckshah (Eramas), di Lapangan Merdeka, Medan, Sumatera Utara, Minggu (7/1/2018). (Foto: Tribun Medan/Riski Cahyadi)

Jurnalindonesia.co.id – Calon presiden Prabowo Subianto tak memungkiri pentingnya infrastruktur sangat dibutuhkan oleh Indonesia. Terutama ketika produksi dalam negeri sudah kuat sehingga membutuhkan infrastruktur untuk menyalurkan produksi tersebut ke pasar dalam negeri dan pasar asing.

Namun jika pada akhirnya infrastruktur tersebut membuat pasar dalam negeri dibanjiri produk asing, maka sama saja membuat daya saing Indonesia melemah.

“Jadi pemerintah yang berpihak kepada bangsa sendiri tidak hanya memikirkan infrastuktur, tapi produksi dalam negeri harus dipikirkan. Untuk apa kereta api bagus, jalan tol bagus, kalau mobil dan truk di jalan tol semua produk asing,” kata Prabowo saat menjawab pertanyaan mengenai gencarnya Jokowi membangun infrastruktur dalam bedah buku ‘Paradoks Indonesia’ di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Sabtu (22/9).

Baca Juga:  Selain Pemerintah, Kamu Juga Bisa Ikut Redam Pelemahan Rupiah, Begini Caranya

Baca: Jokowi Sentil Mereka yang Anggap Pembangunan Infrastruktur Tidak Penting

Prabowo meminta masyarakat agar tidak terkesima dengan maraknya pembangunan infrastruktur jika tidak diimbangi dengan produksi dalam negeri. Terlebih, bahan-bahan yang digunakan untuk membangun infrastruktur tersebut kebanyakan berasal dari impor.

“Jadi yang digembar-gemborkan infrastrukur fisik. Bagaimana produksinya (dalam negeri)? Jangan terkesima pembangunan fisik, tapi semennya dari mana, bajanya dari mana? Pabrik semen lemah, dan baja kita lemah,” tegasnya.

Baca Juga:  Sandiaga Klaim Hanya 1 Persen Warga yang Protes Soal PKL di Tanah Abang

Selain itu dalam pembangunan infrastruktur, kata Prabowo, juga rentan terhadap kecurangan, kongkalikong, hingga nepotisme.

Yang terpenting menurut Prabowo saat ini ialah perbaikan pengelolaan ekonomi dalam negeri. Sebab ia menilai sistem ekonomi saat ini tidak dibangun atas dasar filosofi Pasal 33 UUD 1945.

“Kalau ekonomi kita lemah, maka mata uang kita lemah, karena produksinya enggak ada, kuncinya itu. Waktu kita untung sekian belas tahun, uangnya enggak tinggal di kita, apalagi kita rugi, defisit,” pungkasnya.

Baca Juga:  Tips Sukses Bisnis Jaman Now MLM Dengan Mempelajari Perusahaan MLM

Baca juga: Natalius Pigai: Pembangunan Infrastruktur Jokowi di Papua Cuma Pencitraan

KUMPARAN