Uncategorized

Maraknya PKL di Sejumlah Trotoar di Jakarta, dari Jatinegara hingga Tanah Abang

Jurnalindonesia.co.id – Pedagang kaki lima (PKL) di Kawasan Jatinegara­, Jakarta Timur, masih marak melakukan aktivitasnya di trotoar. Meski sudah digadang menjadi Kawasan Unggul Tertib Kota awal tahun 2018 ini, PKL tampak masih mengokupasi ruang bagi pejalan kaki.

Seperti dilaporkan laman Media Indonesia, 20 September 2018, terlihat para pedagang kaki lima menduduki trotoar di Jalan Matraman Raya, Bali Mester, Jakarta Timur, Jalan Jatinegara Timur, dan Jalan Bekasi Barat.

Di atas trotoar, mayoritas PKL menjajakan hewan peliharaan seperti burung, ayam, reptil, dan ikan. Sejak pagi pedagang ikan mulai membersihkan rak-rak ikan dan mengisi air pada plastik yang berisi ikan. Ember-ember besar sudah berisi ikan yang siap jual lengkap dengan selang. Tentu saja aktivitas ini menjadikan trotoar kusam dan becek lantaran air dari ember meluber.

Meski posisi lapak dagangan para PKL berada di belakang jalur kuning (warning­ sign) untuk disabilitas, namun, menjelang sore, akan ada lebih banyak lagi PKL yang berjualan hingga mengokupasi badan trotoar sisi luar. Jalur pejalan kaki menjadi sempit.

PKL di Jatinegara

PKL di Jatinegara, Jakarta Timur. (Foto: Media Indonesia)

Edi (49), salah satu pedagang ikan di trotoar mengatakan, belum ada rencana pindah meski tahu akan ada penertiban. Sebelumnya, direncanakan pedagang ikan dipindah ke Raden Inten, Duren Sawit, Jakarta Timur. Menanggapi itu Edi menggelengkan kepala tanda tidak berminat pindah.

“Engga jadi kayaknya sih. Sampai sekarang belum ada apa-apa. Satpol PP kalau datang kadang-kadang saja,” katanya, seperti dikutip Media Indonesia.

Menuju Jalan Bekasi Barat PKL juga berdiri di depan ruko-ruko. Bahkan, di atas trotoar yang sudah diperlebar mulai muncul beberapa PKL bergerobak yang menjual kopi, mi ayam, dan tasbih.

Sementara itu, 200 meter dari lokasi itu, mobil Satpol PP terparkir beserta petugasnya. Lima petugas itu tidak melarang para pedagang yang mengokupasi trotoar. Seorang petugas Satpol PP yang enggan disebut identitasnya mengatakan hanya melakukan razia bila ada instruksi dari pimpinan.

Sebelumnya, pemerintah provinsi (Pemprov) DKI sempat merevitalisasi trotoar di Kawasan Jatinegara di sejumlah titik, di antaranya di Jalan Bekasi Barat, sam­ping Stasiun Jatinegara dan Jalan Jatinegara Timur, Rawa Bunga­, arah Kampung Melayu­. Trotoar menjadi lebih lebar sekitar 3-4 meter. Warning sign pun masih berwarna kuning cerah.

Trotoar yang sudah direvitalisasi itu tidak bersih seluruhnya. Trotoar di Jembatan Item, Jalan Jatinegara Timur, tak jauh dari lampu merah, dipenuhi pedagang barang bekas. Mereka menjajakan mulai dari TV, blender, sepatu, hingga cincin bekas. PKL biasa datang sore menjelang malam. Penyandang disabilitas dipastikan tidak bisa lewat karena PKL menutupi warning sign.

Camat Jatinegara Nasrudin Abu Bakar menanggapi hal tersebut. Pihaknya mengaku akan menata Kawasan Jatinegara menjadi Kawasan Unggul Tertib Kota. Beberapa kali Satpol PP merazia PKL di kawasan itu tahun ini. Namun, PKL datang lagi saat Satpol PP tidak merazia.

Camat Nasrudin mengakui belum bisa merelokasi PKL, terutama pedagang ikan lantaran lokasi yang akan digunakan sebagai ganti di Raden Intan belum siap.

PKL di trotoar dekat stasiun Tanah Abang

Pemandangan tak jauh berbeda juga tampak di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, sekitar stasiun. Para PKL menggelar lapak di trotoar, bahkan di badan jalan.

Dilansir detikcom, Rabu 19 September 2018, di gerbang keluar Stasiun Tanah Abang, pada Rabu (19/9/2018) malam, para PKL sudah menggelar lapak di trotoar, tepatnya di sebelah kanan gerbang stasiun, Jalan Jatibaru Raya.

PKL Tanah Abang

PKL menggelar lapak di trotoar dekat Stasiun Tanah Abang. (Foto: Azizah/detikcom)

PKL Tanah Abang

PKL menggelar lapak di trotoar dekat Stasiun Tanah Abang. Foto: (Foto: Azizah/detikcom)

PKL Tanah Abang

PKL menggelar lapak di trotoar dekat Stasiun Tanah Abang. Foto: (Foto: Azizah/detikcom)

Sebagian PKL ada yang membawa meja untuk lapaknya. Ada juga yang menggunakan gerobak pedagang makanan sekaligus meja dan kursi. Sementara para pedagang baju ada yang sampai mengantungkan baju dagangannya di pagar stasiun.

Lalu lintas terpantau padat di lokasi ini. Banyak angkot serta bajaj yang ngetem berjejer.

PKL juga ada di persimpangan antara Jalan Jatibaru Raya dengan Jalan Jatibaru bengkel. PKL menggelar lapak di trotoar.

Sementara di Jalan Jatibaru Bengkel, PKL menggelar lapaknya di badan jalan. Akibatnya, lalin di titik ini juga menjadi macet.