Politik

PKS: Pak Sandi itu Sebetulnya Ulama Meski Tak Sandang Gelar Kiai Haji

Presiden PKS Sohibul Iman bersama Sandiaga Uno
Presiden PKS Sohibul Iman bersama Sandiaga Uno. (Foto: PKSfoto.com)

Jurnalindonesia.co.id – Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid, menilai Sandiaga Uno juga sebenarnya adalah ulama. Yakni jika merujuk pada dua definisi ulama dalam Al-Quran dalam surat Fathir dan As-Syuro.

“Dalam al-Quran penyebutan tentang ulama itu hanya ada dua penyebutan, satu dalam surat Fathir dan satu dalam surat As-Syuro. Keduanya justru ulama itu tidak terkait dengan keahlian ilmu agama Islam. Satu tentang ilmu sejarah yaitu dalam surat As Syuro, dan surat Al Fatir itu justru sains,” ucap Hidayat di gedung DPR, Jakarta, Senin (17/9).

Adapun surat As-Syuro ayat 197 bicara mengenai konteks diturunkannya Al-Quran untuk seluruh alam. Berikut ayatnya:

أَوَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ آيَةً أَنْ يَعْلَمَهُ عُلَمَاءُ بَنِي إِسْرَائِيلَ

Artinya: Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya?

Sedangkan dalam surat Fathir ayat 28 berbunyi:

Baca Juga:  Ini Cara Ahok ‘Palak’ Swasta untuk Bangun Jakarta

وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

Artinya: Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Merujuk pada definisi tersebut di atas, Hidayat pun menilai Sandiaga Uno juga sebetulnya seorang ulama. Meski bakal calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto itu tidak memiliki gelar KH (kiai haji) karena tidak belajar di komunitas tradisional keulamaan.

“Beliau melaksanakan ajaran agama, beliau puasa Senin-Kamis, salat Duha, salat malam, silaturahim, menghormati orang-orang yang tua, menghormati semuanya, berakhlak yang baik, berbisnis yang baik, itu juga satu pendekatan yang sangat ulama,” jelasnya.

Baca juga: Walau Tak Kuasai Kitab Kuning, Hadis dan Al Qur’an, Amien Rais Anggap Sandiaga Uno Juga Ulama

Hidayat Nur Wahid

Wakil Ketua MPR dan Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (Foto: dok. MPR)

Lebih lanjut Hidayat berharap tidak ada konflik soal klaim ulama apalagi disebut berpotensi memicu perpecahan.

Baca Juga:  Sindir Jokowi, Fadli Zon Buat Sajak 'Mau Saya Tabok'

“Ya sudahlah ada Kiai Ma’ruf Amin di sana, tapi di sini ada Pak Sandi yang sesungguhnya secara esensial beliau juga melakukan tindakan-tindakan perilaku yang para ulama itu sendiri,” kata Hidayat.

Hidayat menambahkan, tidak ada larangan Ma’ruf Amin menjadi cawapres sebagaimana indikasi Ijtima Ulama yang berpotensi memecah belah umat Islam. Semua warga negara punya hak yang sama untuk dipilih.

“Kita berlandaskan hukum kan. Hukum kita tidak melarang itu semuanya. Jadi itu boleh,” pungkas Hidayat.

Sebelumnya, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) mengkhawatirkan adanya perpecahan suara umat Islam pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019. GNPF-U menilai, seharusnya tidak ada pihak yang mengangkat cawapres dari kalangan ulama. Karena hal itulah yang menjadi sumber perpecahan.

Baca Juga:  [Foto] Ini Bentuk Rumah DP Rp 0 Gagasan Anies-Sandi

Hal itu disampaikan Ketua GNPF-U Yusuf Martak menanggapi pertanyaan mengenai apakah tidak khawatir suara umat Islam akan mendua, mengingat ada ulama, yakni KH Ma’ruf Amin, yang ditunjuk menjadi cawapres bagi Joko Widodo (Jokowi).

“Mengenai cawapres ulama, memecah. Ya semestinya kalau tidak mau pecah, jangan angkat calon wapres yang ulama,” kata Yusuf Martak di lokasi penyelenggaraan Ijtima Ulama II di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Minggu (15/9/2018).

Pernyataan itu kemudian menjadi perdebatan ramai sejumlah pihak.

Baca: GNPF Anggap Cawapres Ulama Biang Perpecahan Umat