Politik

Baru Mendarat di Batam, Ratna Sarumpaet Langsung Dipaksa Pulang

Ratna Sarumpaet
Ratna Sarumpaet. (Foto: Antara News/ Sella Panduarsa Gareta)

Jurnalindonesia.co.id – Kedatangan Ratna Sarumpaet di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) pada Minggu (16/9/2018) sekitar pukul 13.30 WIB mendapatkan penolakan dari sejumlah warga.

Ratna dipaksa balik ke Jakarta begitu mendarat di Bandara International Hang Nadim Batam.

Padahal, rencananya Ratna akan menghadiri diskusi dan deklarasi Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) di kota ini.

Akibat penolakan dari ratusan massa di pintu gerbang Bandara, Ratna sempat tertahan di dalam bandara selama 3 jam hingga akhirnya terpaksa kembali ke Jakarta sekitar pukul 16.30 WIB menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

Selama tertahan itu, massa terus melakukan orasi meminta Ratna untuk tidak mengganggu perdamaian Kota Batam.

Massa tolak kedatangan Ratna Sarumpaet di Batam

Massa tolak kedatangan Ratna Sarumpaet di Batam. (Foto: Liputan6.com/Afrodite Aznx)

Massa didominasi oleh kaum pria. Sedangkan lalu lintas di gerbang bandara terlihat sedikit macet. Massa sudah berkumpul di bandara sejak pukul 11.00 WIB dan dijaga aparat kepolisian.

“Kalau lama negosisasinya, kita akan masuk,” kata salah seorang massa.

Selain berorasi, massa juga membentangkan spanduk dan kertas bertuliskan penolakan. Salah satu kertas bertuliskan “Say No to GSI”. Beberapa spanduk ormas juga dibentangkan seperti Persaudaraan Batak Jawa Kepri (PEJABAT) dan Forum Kepemimpinan Mahasiswa.

Baca juga: Acara Diskusi Ditolak Massa, Ratna: Tito Karnavian Berhenti Saja dari Kapolri

Setelah dipastikan Ratna kembali ke Jakarta, ratusan massa yang berkumpul di gerbang bandara International Hang Nadim Batam membubarkan diri.

“Sudah dipastikan polisi Ratna Sarumpaet kembali ke Jakarta pukul 15.30 wib ini,” kata Edo Abdrean Kordinator Lapangan aksi.

Ia juga menegaskan, tidak ada sweeping dalam aksi ini. “Kita tegaskan kita tidak ada me-sweeping pengendara yang melintas,” kata Ketua Forum Kemahasiswa ini.

Aksi penolakan ini juga dipelopori oleh ormas Penjaga Marwah Adat Melayu. Koordinator Ormas, Udin mengungkapkan alasannya menolak kehadiran Ratna. Menurutnya, deklarasi yang akan dilaksanakan Ratna berpotensi mengganggu kondusifitas.

“Kalau tidak ada unsur politik nggak apa-apa,” katanya.

Massa tolak kedatangan Ratna Sarumpaet di Batam

Massa tolak kedatangan Ratna Sarumpaet di Batam. (Foto: Antara News Kepri/Messa Haris)

Tanggapan Ratna

Ratna Sarumpaet mengungkapkan kekecewaannya lantaran tidak bisa hadir dalam kegiatan konsolidasi GSI yang dilakukan di Batam. Dia mengaku, kedatangannya di Batam tidak ada sangkut pautnya dengan isu pergantian Presiden ataupun kegiatan politik lainnya.

“Saya hanya ingin lakukan konsolidasi dengan GSI di Batam, tidak ada yang lain,” tegas Ratna.

Ratna menegaskan, kedatangannya ke Batam untuk roadshow GSI ke-4 yang merupakan bentuk konsulidasi dengan sejumlah pengurus GSI yang ada di kota ini.

Baca juga: Mahasiswa Tolak Ratna Sarumpaet, Panitia: Mereka Salah Minum Obat

Menurutnya, hal itu dilakukan tidak hanya ke Batam, tapi juga beberapa daerah lainnya di seluruh Indonesia.

“Makanya saya heran, kenapa saya ditolak. Padahal saya tidak ada ngapa-ngapain, jujur saya jadi bingung dengan semua kejadian hari ini di Batam,” ujarnya.

Ratna mengatakan, GSI merupakan suatu gerakan yang bertujuan mengembalikan Pancasila ke dalam UUD 1945, sebab saat ini di Indonesia sudah tidak ada lagi idiologi pancasila. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu takut GSI atau mengisukannya bermacam-macam.

“Jujur saya juga sangat kecewa dengan panitia GSI yang tiba-tiba mundur dan menghilang entah kemana, padahal hari ini pelaksanaan kegiatan konsolidasinya,” ucapnya.