Politik

Nama SBY Diseret dalam Skandal Pencucian Uang, Begini Pembelaan PKS

Hidayat Nur Wahid
Wakil Ketua MPR dan Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (Foto: dok. MPR)

Jurnalindonesia.co.id – Nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut oleh salah satu media asing, Asia Sentinel, dalam sebuah artikel yang cukup mengejutkan.

Dalam artikel berjudul Indonesia’s SBY Government: ‘Vast Criminal Conspiracy’ yang ditulis sang pendiri media, John Berthelsen, termuat cuplikan hasil investigasi pencucian uang dalam jumlah sangat besar di era Pemerintahan SBY.

Disebutkan, telah terjadi pencurian dana sebesar Rp12 miliar dolar AS atau setara Rp177 triliun yang dicuci melalui bank-bank internasional.

Baca Juga:  Ahok: Aku Harapan Orang Kampung

Hal tersebut termaktub dalam laporan hasil investigasi bersama setebal 488 halaman yang disusun sebagai gugatan Weston Capital International ke Mahkamah Agung Mauritius pada pekan lalu.

Baca: Media Asing Bongkar Dugaan Pencurian dan Pencucian Uang hingga Rp 117 Triliun oleh Pemerintahan SBY

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid, mengatakan bahwa apa yang disebutkan dalam artikel itu harus bisa dipertanggung jawabkan secara hukum.

“Pernyataan yang sebombastis kaya begitu harus betul-betul dibasiskan pada faktor hukum,” ujar Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Baca Juga:  Soal Pilkada, Nih Ada Kritikan dari Warga Papua untuk Masyarakat Jakarta

“Kalau tidak (ada bukti), Pak SBY bisa melakukan tuntutan balik karena itu merupakan bagian dari pencemaran nama baik,” lanjutnya.

Sementara itu Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Rachland Nasidik enggan mengomentari keabsahan artikel tersebut.

“Saya tidak mau komentar apa-apa,” katanya.

Sebaliknya, ia justru menyuruh untuk menanyakannya kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Baca Juga:  Demokrat: SBY Akan Senang Hati Hadir Jika Jokowi Mengundangnya

“Komentar saya, kalau Anda tanya, silahkan wartawan tanya kepada Bu Sri Mulyani yang lebih tahu,” ujarnya.

Baca juga: Faisal Basri Sebut Pembangunan Tol Trans Sumatera adalah Proyek Sesat, Ini Bantahan Dirjen Bina Marga