Daerah, Jawa Timur, Politik

Prabowo Dikecam Karena Injak Batas Suci Masjid Pakai Sandal, Ini Penjelasan Gerindra

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto berziarah ke makam Syaichona Kholil di Desa Martajasah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Rabu (6/9/2018) siang. (Foto: istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Di media sosial tengah ramai diperbincangkan foto bakal calon presiden Prabowo Subianto yang melangkah di batas suci masjid tanpa melepas sandalnya.

Foto tersebut diambil saat Prabowo mengunjungi Masjid Syaikhona Kholil, Bangkalan, Madura. Salah satu akun Twitter @joxzin_jogja kemudian mengunggah foto tersebut Twitter. Foto itu pun viral dan menuai beragam tanggapan.

“Kelakuan capres begini kok kalian bela pakai ayat. Kelakuan capres begini kok kalian anggap sebagai pilihan umat Islam,” tulis akun @joxzin_jogja sebagai keterangan foto.

“Ini foto @prabowo di Bangkalan, Madura yang menerabas batas suci Masjid Syaichona Cholil,” lanjut akun yang memiliki followers 35 ribu itu.

Hingga akhirnya akun Twitter resmi Partai Gerindra angkat bicara soal foto tersebut.

Pihak Gerindra menjelaskan, dalam foto tersebut Prabowo sedang menuju lokasi wudu yang letaknya terpisah dari bangunan utama masjid.

“Pasti kalian belum pernah ke Masjid Syaichona Cholil. Itu adalah area tempat wudhu yang mengarah ke toilet. Tempat wudhu dan toilet areanya terpisah dari masjid. Pak @prabowo sedang berjalan mengarah ke toilet. Setelah itu baru menuju masjid,” tulis admin di akun Twitter @Gerindra.

Prabowo berkunjung ke Bangkalan, Madura, untuk berziarah ke makam Syaikhona Kholil pada Kamis (6/8/2018) siang. Kedatangannya disambut ratusan warga yang mengeluk-elukannya.

“Prabowo presiden! Prabowo presiden!” teriak warga saat Prabowo turun dari mobil.

Ketua Umum Partai Gerindra itu sempat menyalami warga sebentar, kemudian langsung memasuki areal masjid tempat makam Syaikhona Kholil berada.

Di makam, bakal calon presiden itu menabur bunga dan memanjatkan doa. Menggunakan kacamata hitam, ia nampak khusuk berdoa di pusara ulama kharismatik ini.

Bersama Prabowo nampak hadir Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan terpilih, Abdul Latief Amin Imron dan Mohni. Ikut pula mendampingi Prabowo Moreno Suprapto, dan Bambang Harjo.

Usai berziarah Prabowo bercengkrama dan makan bersama pengurus makam Syaikhona Kholil.

Sebelum bertolak pulang, Prabowo menyempatkan diri salat Ashar. Sebelum masuk ke mobil, Prabowo kembali menyapa warga.

Kali ini dia meluangkan waktunya melayani permintaan warga. Mantan Danjen Kopassus itu menyalami dan bersedia selfie dan foto bersama warga, terutama dengan ibu-ibu.

Prabowo juga nampak berbincang dengan warga. Pekikan Prabowo presiden juga masih terdengar.

Prabowo berziarah

Prabowo berziarah ke makam Syaikhona Kholil di Desa Martajasah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Rabu (6/9/2018) siang. (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom)

“Beberapa hari ini saya datang ke Jawa Timur sebagai adat dan budaya bangsa, saya harus menyapa dan meminta ijin kepada sesepuh, tokoh ulama, serta tokoh masyarakat untuk masuk ke suatu daerah,” kata Prabowo kepada wartawan usai berziarah.

Prabowo kemudian menyinggung peran para ulama dan kiai dalam perjuangan merebut kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia.

“Saya ini mantan prajurit, sudah pasti mencari kiai minta didoakan ketika mau berangkat ke medan tugas yang begitu berat,” ujarnya.

Prabowo pun tak menampik kedatangannya di Madura ini untuk meminta doa restu untuk maju Pilpres 2019 mendatang.

“Saya ingin mendarmabaktikan sisa hidup untuk rakyat, bangsa dan negara Indonesia,” tuturnya.

Setelah sekitar 20 menit bercengkrama dengan warga, Prabowo pun masuk mobil untuk menuju Surabaya.