Daerah, DKI Jakarta

Hotman Paris Curiga Anies Dilobi Perusahaan Taksi Soal Perluasan Ganjil Genap

Hotman Paris Hutapea.
Hotman Paris Hutapea. (Foto: istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Hotman Paris Hutapea mencurigai ada campur tangan perusahaan taksi plat kuning di balik perluasan dan perpanjangan aturan ganjil genap di sejumlah jalan di DKI Jakarta.

Hotman bercerita tentang 2 asistennya yang hendak ke Jalan Sudirman. Namun karena terganjal aturan ganjil genap, mereka urung membawa mobil sendiri. Akibatnya 2 orang asisten tersebut mesti menggunakan taksi plat kuning.

“Saya jadi bertanya-tanya peraturan ganjil genap ini sangat menguntungkan perusahaan taksi plat kuning,” kata Hotman dalam video yang diunggah di akun Instagram-nya pada Rabu, 5 September 2018.

Sementara taksi online di Jakarta, menurut Hotman Paris, seluruhnya masih menggunakan plat hitam, sehingga harus mengikuti aturan ganjil genap.

“Menjadi pertanyaan saya ke bapak Gubernur DKI, apa peranan para konglomerat taksi plat kuning untuk memperpanjang peraturan ganjil genap? Apakah mereka ikut melakukan pendekatan kepada Gubernur agar diperpanjang ganjil genap?” ujar Hotman.

Usulan Polisi

Terkait perluasan aturan ganjil genap, sebelumnya kepolisian pun menyarankan agar aturan tersebut tetap dijalankan meski gelaran Asian Games 2018 telah berakhir.

Polisi melihat dampak positif dari pembatasan mobil pribadi selama ini.

“Kami mengusulkan agar dilanjut karena memang dampaknya positif. Dari kacamata polisi itu ada dua, pertama terjadi penurunan angka kemacetan, lalu kedua naiknya penumpang kendaraan umum,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf kepada Kompas.com, Jumat (31/8/2018).

Selain itu, aturan ganjil-genap perlu dilanjut karena sebentar lagi ada perhelatan Asian Para Games. Meeski demikian Yusuf mengimbau agar ada perubahan regulasi dalam penerapan selanjutnya.

Misalnya pada hari Sabtu dan Minggu, Yusuf mengusulkan aturan ganjil genap tidak diterapkan.

“Saat weekend tren pelanggarannya cenderung turun, saya usul saat Para Games nanti ganjil genap tidak berlaku saat weekend. Lalu mengenai waktu penerapan, kalau yang saat ini 15 jam, bila diteruskan nanti tidak akan selama itu. Bisa dari pukul 06.00-10.00 WIB, lalu dilanjut pada 16.00-21.00 WIB,” ujar Yusuf.

Kekhawatiran Anies

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku masih mempertimbangkan untuk melanjtkan perluasan sistem ganjil genap.

Menurut Anies, hal itu justru bisa memicu masalah ke depannya. Salah satunya, masyarakat akan kembali membeli mobil untuk menghindari aturan tersebut.

“Potensi lain yang terjadi apa coba? (masyarakat beli) mobil dua,” kata Anies, Jumat (31/8).

Anies pun meminta kepada semua pihak untuk memikirkan dampak jangka panjang jika kebijakan itu dipermanenkan.

“Jadi begini, hati-hati dengan ini. Simpel ini, hati-hati dengan dua data jangka pendek. Karena dua data jangka pendek dalam sebuah konteks pertandingan kayak kemarin kalau ditarik jangka panjang belum tentu kesimpulannya sama,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko memaparkan persentase kenaikan kecepatan rata-rata kendaraan setelah diperluasnya aturan ganjil genap.

Sebelum perluasan ganjil genap hingga minggu ke dua bulan Agustus 2018 pelaksanaan ganjil genap Asian Games 2018, tercatat kenaikan kecepatan hingga 52,63 persen. Peningkatan kecepatan itu dari 20,63 km/jam menjadi 31,50 km/jam jam.

Selain itu, persentase penurunan waktu tempuh rata-rata kendaraan dari sebelum perluasan ganjil genap hingga pekan kedua bulan Agustus 2018 pelaksanaan Asian Games mencapai 34 persen.

“Penurunan presentase ini dari menit 15,56 menit menjadi 10,27 menit,” kata Sigit.

Baca Juga:  Wakil Walikota Bekasi: Filosofi Jokowi-Ahok Nggak Dipahami oleh Anies