Nasional

Roy Suryo Pernah Mengaku Persoalan Sudah Beres, Ternyata Baru Kursi dan Mesin Cuci yang Dikembalikan

Mantan Menpora sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Roy Suryo. (Foto: Media Indonesia/Rommy Pujianto)

Jurnalindonesia.co.id – Kabar mengenai mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo yang diduga masih menyimpan barang-barang milik negara masih terus menjadi bahan pembicaraan masyarakat.

Kabar tersebut bermula dari beredarnya surat dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang isinya meminta Roy untuk mengembalikan barang milik negara (BMN) yang masih dibawanya.

Tercatat, dalam surat bernomor 5.2.3/SET.BIII/V/2018 tertanggal 1 Mei 2018 itu, ada 3.226 unit barang yang belum dikembalikan Roy selepas dari jabatan Menpora.

Baca: Kemenpora Kembali Surati Roy Suryo agar Kembalikan 3.226 Barang Milik Negara

Dimintai tanggapan mengenai hal tersebut, Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Syarief Hasan sebagai rekan satu partai dengan Roy, mengaku tidak tahu-menahu soal barang milik Kemenpora itu. Menurut Syarief, Roy dulu pernah menyebut persoalannya terkait barang inventaris Kemenpora sudah beres.

“Dulu pernah ada (barang milik negara yang dibawa Roy Suryo), katanya sudah klir. Kalau ternyata muncul lagi berarti yang dulu belum selesai,” kata Syarief saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (4/9).

Baca Juga:  Tanggapan MUI Terkait Pernyataan Rocky Gerung Soal Kitab Suci

Syarief pun menegaskan bahwa hal itu menjadi urusan pribadi Roy Suryo, tak ada kaitannya dengan Partai Demokrat. Dia pun mengimbau agar Roy segera mengembalikan barang-barang tersebut jika memang masih menyimpannya.

“Kalau ada balikin saja, kalau tidak ada klarifikasi. Artinya harus diklirkan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan bahwa Roy memang sudah mengembalikan barang yang dibawanya. Namun belum semuanya. Dan nilainya masih jauh di bawah Rp 8,5 miliar.

Merujuk pada surat nomor 1711/ MENPORA/INS.VI/2016 tertanggal 17 Juni 2016, kementerian yang dipimpin oleh Imam Nahrawi itu menyebut, Roy masih membawa 1.438 jenis barang yang jumlahnya mencapai lebih dari 3.000 unit atau senilai Rp 8,5 miliar.

“Sudah ada kursi dan mesin cuci dan lainnya, saya tidak hafal. Yang sudah dikembalikan sekitar Rp 500 juta nilainya,” kata Gatot, Selasa (4/9/2018).

Baca: Ramai-ramai Desak Roy Suryo Kembalikan Ribuan Barang Milik Negara yang Dibawanya Pulang

Baca Juga:  Memprediksi Jumlah Peserta Aksi 212, Benarkah Diikuti 7,5 Juta Orang?

Oleh sebab itu, Kemenpora kemudian memutuskan untuk kembali melayangkan surat tagih ke Roy untuk mengembalikan barang-barang milik negara yang masih dibawanya.

Roy sendiri memang sempat menampik isu semacam itu waktu kali pertama muncul pada 2014 silam.

“Nggak ada itu (bawa barang inventaris Kemenpora), itu isu. Buat apa itu saya bawa,” kata Roy, kepada detikcom, Kamis (30/10/2014).

Diketahui, surat yang dikirimkan pada 1 Mei 2018 itu bukanlah yang pertama dikirimkan Kemenpora ke Roy Suryo terkait penagihan inventaris barang.

Sebelumnya, Kemenpora juga pernah mengirimkan surat serupa bernomor 1711/Menpora/INS/VI/2016 bertanggal 17 Juni 2016. Saat itu pun isu tersebut ramai diperbincangkan.

Sempat redup sekian lama, isu itu kembali mencuat setelah muncul surat serupa di media sosial dengan nomor 5.2.3/SET.BIII/V/2018 bertanggal 1 Mei 2018. Isinya masih soal penagihan inventaris barang. Ditandatangani oleh Sekretaris Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, dan ditembuskan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Surat Kemenpora untuk Roy Suryo.

Surat Kemenpora untuk Roy Suryo. (Istimewa)

Baca juga: Roy Suryo Bawa Ribuan Barang Milik Negara, Termasuk Korupsi atau Bukan? Ini Kata KPK

Baca Juga:  Polisi Duga Ada Penggelembungan Dana di LPJ Kegiatan Kemah Pemuda Islam2017

Polemik beredarnya surat tersebut sampai membuat Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara.

Melalui Ketua Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, SBY memerintahkan agar segera mengembalikan ribuan barang inventaris milik negara yang saat ini diduga masih disimpan Roy.

“Karena kami Partai Demokrat ingin menjaga integritas seluruh kader, maka Ketua Umum, Pak SBY, akan memberikan instruksi kepada Roy Suryo untuk menyelesaikan masalah tersebut hingga selesai dan tidak ada masalah lagi,” kata Ketua Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean kepada Tribunnews.com, Selasa (4/9/2018).