Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke gedung KPU RI untuk mendaftarkan diri sebagai calon presiden-calon presiden pada Pilpres 2019, Jumat (10/8/2018).(Kompas/David Oliver Purba)

Jurnalindonesia.co.id – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menilai pertumbuhan ekonomi yang stagnan membuat Indonesia terancam menjadi negara miskin selamanya.

“Ini kondisi bangsa kita 2018. Pertumbuhan kita juga tidak naik, kita terancam menjadi negara miskin selamanya,” kata Prabowo di acara seminar bertajuk ‘Paradoks Indonesia’ di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (1/9/2018).

Prabowo mengatakan, memang ada orang yang sangat kaya di Indonesia. Dan di Indonesia, kata dia, ada 40 orang terkaya yang kekayaannya setara dengan 584 ribu kali dari rata-rata orang Indonesia.

“Jadi 40 orang terkaya ini kekayaannya adalah 584 ribu kali kalian. Keliatan dari tampang kalian itu bahwa kalian termasuk golongan yang penghasilan, ya begitulah kira-kira. Benar kan? Kalian senyum karena benar. Kreditnya banyak yang belum terbayar, kelihatan dari tampang kalian itu,” ujar Prabowo.

Tak hanya itu, Prabowo juga mengatakan bahwa saat ini kondisi masyarakat sangat sulit dalam mencari uang, karena pengangguran dan setengah pengangguran terus naik. Prabowo juga menyinggung soal tolak ukur kemiskinan adalah penghasilan yang Rp 600 ribu per bulan.

Prabowo mengatakan saat ini terdapat 95 juta orang yang masih hidup dalam garis kemiskinan. Prabowo juga menyinggung soal utang pemerintah.

“Utang pemerintah kita naik terus, 95 juta orang masih hidup miskin. Utang pemerintah naik terus, sekarang hitungannya naiknya adalah Rp 1 triliun tiap hari, utang,” ucapnya.

Prabowo juga menyindir orang yang mengatakan utang yang banyak tidak menjadi masalah. Prabowo mengatakan ada juga para ahli yang mengatakan utang itu mengancam kedaulatan negara.

Baca juga: Prabowo: Pemerintah Bicaranya Apa Kerjanya Apa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *