Ekonomi dan Bisnis, Politik

Prabowo: Emak-emak Deklarasi Diusir, Utang RI Naik Rp 1 T Tiap Hari

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di rumah Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (9/8/2018). (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Jurnalindonesia.co.id – Bakal calon presiden (Capres) Prabowo Subianto mengkritik keras aksi pengadangan terhadap deklarasi #2019GantiPresiden di sejumlah daerah. Menurutnya, aksi semacam itu bisa mengganggu demokrasi.

“Sekarang ada emak-emak mau deklarasi diusir dari negaranya sendiri, dia datang ke kota di negaranya diusir. Apakah republik ini yang kita cita-citakan?” kata Prabowo dalam sambutan diskusi buku ‘Paradoks Indonesia’ di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (1/9/2018).

Selain bicara soal penolakan deklarasi, Prabowo juga menyinggung kembali utang pemerintah Indonesia yang menurutnya naik Rp1 triliun setiap harinya.

“Saudara-saudara, utang pemerintah kita naik terus, naik terus. Sekarang hitungannya naiknya Rp1 triliun tiap hari,” ujar Prabowo.

Baca Juga:  Soal Kekalahan Agus-Sylvi, PPP: Bukan Kami yang Susun Strategi

Baca juga: Ketika Neno Warisman dan Fadli Zon Tertawai Bahasa Inggris Ngabalin

Prabowo menyebut, banyak pihak yang tidak mengkhawatirkan utang pemerintah tersebut. Namun, bagi Prabowo, utang itu berpotensi mengancam kedaulatan negara.

“Utang mengancam kedaulatan negara kita,” ucapnya.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, total utang pemerintah pada Juli 2018 mencapai Rp4.253 triliun, naik Rp26 triliun dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan dibandingkan posisi akhir tahun lalu, total utang tersebut naik Rp314 triliun.

Selain bicara soal utang, Prabowo juga mengkritik soal ketimpangan ekonomi yang terjadi antara orang kaya dan orang miskin di Indonesia.

Mengutip data Bank Dunia, Prabowo mengatakan, saat ini Indonesia mengalami ketimpangan ekstrem. Bahkan ia memprediksi, jika tidak ada perubahan, Indonesia selamanya bakal menjadi negara miskin.

Baca Juga:  Prabowo Sebut Total Utang RI Capai Hampir Rp 9.000 Triliun!

“Pertumbuhan ekonomi tidak naik, Indonesia terancam negara miskin selamanya. Ya benar ada orang Indonesia yang kaya raya. Di Indonesia 40 orang terkaya kekayaannya 584 ribu kali rata-rata orang Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Luhut ke Zulkifli soal Utang: Kalau Nggak Ngerti Jangan Ngomong

Dia juga menyebut satu persen penduduk Indonesia menguasai setengah kekayaan di negeri ini. Sementara 10 persen penduduk menguasai 75 persen kekayaan Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia sepanjang pemerintah Presiden Joko Widodo tumbuh rata-rata sekitar 5 persen. Pada kuartal II lalu, pertumbuhannya tercatat mencapai 5,27 persen.

Di sisi lain, angka ketimpangan justru mengalami penurunan sebagaimana ditunjukkan dalam indeks rasio gini yang turun dari posisi 0,393 pada Maret 2017 menjadi 0,389.

Baca Juga:  Soal Jargon Pemimpin Beriman, Ahok: Kalau Beriman, Mana Ada yang Maling…

Dalam kesempatan itu, Prabowo membedah pemikiran yang telah ia tuangkan dalam ‘Paradoks Indonesia’ terbitan tahun 2017.

Sejumlah tokoh hadir dalam acara ini, seperti Hashim Djojohadikusumo, Mien Uno, Rizal Ramli.

Baca juga: Sri Mulyani: Utang 396 T Dibuat Saat Zulkifli Hasan jadi Menteri