Daerah, Politik, Sumatera Selatan

Acara Diskusi Ditolak Massa, Ratna: Tito Karnavian Berhenti Saja dari Kapolri

Ratna Sarumpaet
Ratna Sarumpaet. (Foto: Raja Adil/detikcom)

Jurnalindonesia.co.id – Acara diskusi publik yang sedianya dihadiri Rocky Gerung dan Ratna Sarumpaet di Palembang, Sumatera Selatan, batal digelar.

Kehadiran Ratna dan Rocky juga sempat mendapat penolakan dari sekelompok massa saat keluar dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. Ratna dan Rocky diminta kembali ke Jakarta.

“Diskusi itu adalah ruang untuk kita bisa saling tukar pikiran, mencerdaskan satu sama lain, dilarang. Ini pemerintahan gila apa, jadi kita-kita semua disuruh bodoh. Kenapa segala sesuatu yang baik selalu kita dicurigai,” kata Ratna ditemui di Hotel Amaris, Palembang, Sabtu (1/9/2018).

Ratna mengaku sangat frustrasi dengan pelarangan semacam ini. Dia menilai pemerintah tidak mengerti demokrasi dan kebebasan berpendapat.

“Saya frustrasi kalau diskusi dilarang, ini pantang. Tidak boleh dilarang. Sekarang ini pemerintahan norak bener ini dengan urusan demokrasi. Ini harus diperbaiki, tidak boleh seperti ini,” ujarnya.

“Saya nggak tahu apa yang salah pada diri saya ini, apa karena punya mulut ini. Tapi ini dikasih tuhan, masak saya harus pulang dari Palembang hanya gara-gara ini, saya katakan ini salah,” lanjutnya.

Baca juga: Polda Sumsel Tolak Izin Diskusi Rocky Gerung dan Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung dilarang gelar diskusi di Palembang. (Foto: Merdeka.com/Irwanto)

Ratna menuding penolakan dan pelarangan acara diskusi di Palembang ini atas perintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Ratna pun meminta Tito mundur dari jabatan Kapolri.

“Pak Tito harus tahu, dia itu kepala polisi. Dia ngerti demokrasi nggak? Saya tahu kok ini semua aturan datang dari Jakarta. Jadi tanya itu, Tito ngerti nggak demokrasi, berhenti saja dia jadi Kapolri kalau nggak ngerti soal demokrasi,” kata Ratna.

“Masak saya datang ke Palembang mau diskusi hanya dikasih waktu 3 jam saja. Padahal hanya diskusi dan besok saya mau ke Lubuklinggau, tapi harus balik ke Jakarta hari ini dan tiket pulang sudah disediakan,” ucapnya.

Sikap kecewa juga dilontarkan Rocky Gerung. Dia menilai pelarangan diskusi tanpa alasan jelas adalah melanggar hak berpendapat.

“Negara itu melindungi hak untuk berpendapat, bukan melindungi pendapat siapapun. Pendapat itu diuji melalui diskusi, disertasi atau forum lain,” kata Rocky.

“Mereka yang melarang itu bodoh. Kenapa bodoh, karena kurang makan pempek,” ujarnya.

Baca: Diskusi Kerap Ditolak, Ratna Sarumpaet: Pelecehan Banget

Penolakan Ratna Sarumpaet di Palembang

Penolakan Ratna Sarumpaet di Palembang. (Foto: Raja Adil/detikcom)

Sebagaimana dilaporkan detikcom, Sabtu 1 September 2018, kedatangan Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung sempat diwarnai penolakan oleh ormas dan organisasi kepemudaan. Peristiwa itu terjadi saat kedua panelis Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) ini melintasi pintu keluar Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II.

Massa menolak diskusi yang rencananya digelar Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI).

“Kita tidak mau masyarakat di Sumatera Selatan dijejali dengan hal-hal yang bisa memecah belah bangsa ini. Untuk itulah kita menolak kehadiran Ratna dan Rocky di Palembang,” tegas korlap unjuk rasa Nursyamsu Hiding saat menggelar aksi.

“Sumatera Selatan selama ini damai, jadi jangan dipecah belah dengan kehadiran mereka disini. Kita ketahui jika keduanya ini selalu menjadi provokator, baik saat di Bangka Belitung maupun di daerah lain. Apalagi sekarang sedang Asian Games, jangan dikotori,” lanjutnya.

Penolakan Ratna Sarumpaet di Palembang

Penolakan Ratna Sarumpaet di Palembang. (Foto: Raja Adil/detikcom)

Baca juga: Ratna Sarumpaet: Sakit Jiwa, Timses Jokowi Benar-benar Sakit

Loading...