Sport

Raihan Emas Indonesia di Asian Games Lampaui Target, Begini Cara Roy Suryo Berkelit Terkait Sikap Pesimisnya Dulu

Roy Suryo
Roy Suryo tertawa saat meninggalkan Gedung KPK usai berkonsultasi dengan KPK terkait perizinan pembongkaran Stadion Lebak Bulus untuk dijadikan stasiun MRT di Jakarta, Senin (23/6/2017). (Foto: Antara/Wahyu Putro)

Jurnalindonesia.co.id – Perolehan medali emas Indonesia di ajang Asian Games 2018 berhasil melampaui target. Roy Suryo yang sebelumnya sempat pesimis, mengklarifikasi ucapannya.

Menjelang penutupan Asian Games 2018, tidak ada penambahan medali emas yang diraih kontingen Indonesia. Meski demikian, medali lain masih bertambah, yakni perunggu 2 keping.

Kendati demikian, Indonesia tetap kokoh di posisi keempat perolehan medali dengan rincian 30 emas, 22 perak dan 37 perunggu.

Raihan medali emas tersebut sudah melampaui harapan banyak pihak.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan Indonesia meraih 16 emas dan masuk 10 besar di Asian Games 2018 kali ini.

Hingga menjelang penutup, target tersebut sudah terlampaui. Kesuksesan ini juga sekaligus mematahkan pesimisme sejumlah pihak, salah satunya adalah Wakil Ketua Umum partai Demokrat, Roy Suryo.

Sebelumnya, Roy sempat menanggapi pernyataan Presiden Jokowi terkait target prestasi di ajang olahraga negara-negara se-Asia tersebut.

Mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga tersebut mengatakan, Presiden Jokowi boleh saja optimis, tetapi harus realisitis.

“Optimis perlu namun harus realistis juga,” kata Roy, Minggu, (5/8/2018).

Roy menuturkan alasan kenapa dirinya kurang yakin dengan target tersebut. Dia bercermin pada persiapan Asian Games 2018 yang terkesan mendadak.

Tidak hanya persiapan atlet melainkan persiapan Indonesia sebagai tuan rumah.

“Dengan pelaksanaan kurang dari 2 Minggu lagi dan cukup (banyaknya) ‘kebijakan instan’ yang dilakukan menjelang hari-H, misalnya Trial and error buka-tutup Pintu Tol, Genap-Ganjil yang mengorbankan Warga, Penanganan Kali Sentiong dan sebagainya, menunjukkan kurang siapnya Indonesia menyambut event besar 4 tahunan ini,” kata Roy.

Melihat kenyataan tersebut, Roy bertanya-tanya terkait kemungkinan tercapainya target tersebut.

“Meski Secara pribadi saya ingin agar target Presiden tersebut tercapai. Namun kondisi realita yang ada memaksa kita harus bertanya: Akankah minimal target 16 (enam belas) medali emas tersebut tercapai?” ucapnya.

Baca juga: Asian Games 2018, Perolehan Emas Indonesia “Bungkam” Pesimisme Roy Suryo

Klarifikasi

Dan kini, setelah Indonesia terbukti mampu melampaui target, Roy Suryo pun kembali buka suara.

Dia mengklarifikasi ucapannya sebelum Asian Games tersebut. Menurutnya, sikap pesimismenya itu berdasarkan target yang ditetapkan Satlak Prima, yakni 31 emas. Bukan 16 emas seperti yang disampaikan Presiden Jokowi.

Selain itu, dia juga mengaku sengaja melontarkan pernyataan bernada pesimis untuk memacu atlet Indonesia berjuang lebih keras.

“Dan Alhamdulillah hari ini sudah hampir tercapai, kita patut bangga atas capaian tersebut,” kata Roy dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/8/2018).

Terkait prestasi yang sudah berhasil diraih Indonesia sejauh ini, Roy meminta masyarakat untuk tidak jumawa dan cepat puas diri.

Menurut Roy, sebagai tuan rumah, Indonesia diuntungkan dengan dengan diperbolehkan mengusulkan sepuluh olahraga yang tak dipertandingkan di olimpiade (non-olympic), seperti pencak silat, paralayang dan jet ski.

Dari cabang pencak silat, Indonesia berhasil memborong 14 emas atau hampir separuh dari total emas Indonesia.

“Coba bayangkan kalau Asian Games ini tidak didukung oleh cabor pencak silat dan ke-9 cabor non-olympic lainnya, apa jadinya?,” kata Roy.

“Ini sekaligus juga warning bagi kita agar jangan cepat puas dan berbangga diri, apalagi jadi jemawa atas hasil Asian Games sekarang,” imbuhnya.

Baca juga: Kemesraan Jokowi-Prabowo di Arena Pencak Silat Asian Games 2018, Pelukan hingga Wefie