Politik

Ratna Sarumpaet: Sakit Jiwa, Timses Jokowi Benar-benar Sakit

Ratna Sarumpaet. (Foto: Istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Ratna Sarumpaet terang-terangan menyebut Tim Sukses Jokowi-Maruf sakit jiwa.

Hal itu dia sampaikan untuk menanggapi pernyataan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin, Abdul Kadir Karding, yang menantang calon wakil presiden Sandiaga Uno untuk berdebat soal ekonomi.

Ratna menilai pemerintahan Presiden Jokowi telah gagal mensejahterahkan rakyat, tapi herannya tim sukses Jokowi ingin menantang Sandiaga perihal persoalan ekonomi.

“Sakit Jiwa. Timses Jokowi benar-benar sakit. Sudah jelas-jelas gagal. Jelas-jelas nggak mampu bayar hutang, nggak mampu sejahterakan Rakyat, sok nantangin penantang,” tulis Ratna di akun @RatnaSpaet.

Sebelumnya, Karding sempat menantang Sandiaga untuk berdebat mengenai ekonomi. Tantangan itu sebagai tanggapan atas klaim Sandi yang kerap menyebut harga kebutuhan pokok naik dan memberatkan para ibu rumah tangga.

Menurut Karding, pernyataan Sandiaga tidak berdasarkan data.

“Ayo kita debat sama Sandi soal kesuksesan. Kita siaplah debat sama Sandi, sama siapa pun,” ujar Karding di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Selasa (28/8).

Baca juga: Hanura: Seorang yang Sakit Jiwa Bisa Langsung Kelihatan dari Ocehannya seperti Ratna Sarumpaet

Karding mempertanyakan indikator yang digunakan Sandi, sehingga bisa mengatakan bahwa ekonomi Indonesia saat ini terpuruk. Selain itu, kata Karding, dari sisi apa Sandi melihat masyarakat sedang dalam kondisi sulit. Ia meminta Sandi menjelaskannya berbasis data.

“Dari ukuran mana ekonomi dinyatakan terpuruk. Dari ukuran mana masyarakat susah. Ngomong pakai data, jangan pakai simbol, enggak boleh,” jelasnya.

Karding menyebut, persoalan harga pokok naik seperti di Jakarta merupakan tanggungjawab tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi yang dipimpin oleh gubernur. Dia berharap Sandi tak melempar masalah tersebut ke Jokowi.

“Di pasar Jakarta itu yang tanggung jawab Gubernur Jakarta sama Wakil Gubernur Jakarta. Tim pengendali inflasi itu bukan Presiden, itu urusannya sama Sandi,” ucap Karding. “Jangan buang masalah ke orang yang tidak membidangi langsung. Saya bilang, teman-teman di sana itu masih jargon, masih isu. Masa masyarakat mau dikasih makan isu. Enggak kenyang-kenyang.”

Bakal pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memang kerap memainkan isu soal keterpurukan kondisi perekonomian Indonesia. Sandi juga sering menjual perihal harga bahan-bahan pokok yang tinggi terutama ke emak-emak, dan berjanji akan selesaikan permasalahan tersebut.

Baca: Polda Metro Tunda Penyelidikan Kasus Sandiaga Uno

Loading...