Daerah, DKI Jakarta

Pemprov DKI Minta Rp717 Miliar Buat Talangi Uang Muka DP Nol

Rumah DP Rp 0
Anies Baswedan melihat maket rumah susun sederhana milik (rusunami) DP Rp 0 di lokasi pembangunan di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Kamis (18/1/2018). (Foto: Liputan6)

Jurnalindonesia.co.id – Pemprov DKI Jakarta meminta tambahan anggaran Rp717 miliar untuk program rumah DP nol rupiah.

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yusmada Faizal menjelaskan, anggaran tersebut digunakan untuk subsidi uang muka.

“Ini biaya bantuan pembiayaan perumahan, buat bantuan rumah DP nol rupiah itu. Di APBD-P biaya bantuan itu dianggarkan Rp717 miliar,” ujar Yusmada dalam rapat pembahasan APBD-P di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (28/8).

Selain dari bantuan biaya itu, juga akan ada tambahan anggaran yang berasal dari tiga program pembangunan yang sebelumnya dicoret.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mencoret anggaran pembangunan Rusun Ujung Menteng di Jakarta Timur, Rusun PIK Pulo Gadung di Jakarta Utara, dan Rusun Karang Anyar di Jakarta Pusat.

Baca: Anies Akan Coret Program 8 Rusun yang Dirancang Ahok Senilai Rp1,3 T

Yusmada mengatakan, talangan uang muka itu nantinya akan dikembalikan oleh warga dengan cicilan ringan.

“Nanti akan dikembalikan oleh warga dalam jangka waktu 20 tahun,” ucap Yusmada.

Rumah DP nol rupiah adalah program andalan Anies Baswedan-Sandiaga Uno untuk menyediakan hunian bagi warga Jakarta tanpa beban uang muka. Pemprov DKI akan menalangi uang muka dan warga diminta untuk mencicilnya.

Anies-Sandi menargetkan 200 ribu unit hunian akan dibangun selama lima tahun. Namun hingga kini belum ada satu pun unit yang rampung dibangun dan dijual ke publik.

Baca: Rumah DP Rp 0, Pemprov DKI Hanya Talangi Uang Muka, Bukan Beri Subsidi ataupun Hibah

CNN INDONESIA