Sport

Asian Games 2018, Perolehan Emas Indonesia “Bungkam” Pesimisme Roy Suryo

Roy Suryo
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus mantan Menteri Pemuda dan Olahraga era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Roy Suryo. (Foto: Istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Indonesia berhasil mengoleksi 22 medali emas di Asian Games 2018 pada Senin 27 Agustus 2018. Perolehan yang melampaui target ini cukup membanggakan sekaligus ‘membungkam’ pihak-pihak yang sebelumnya pesimis dengan prestasi yang bakal diraih Merah Putih di ajang olahraga negara-negara se-Asia itu.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sejumlah kesempatan berulang kali mengatakan, target Indonesia adalah masuk 10 besar dan meraih 16 medali emas dalam Asian Games ini.

Namun target tersebut justru ditanggapi dengan pesimis, salah satunya oleh Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Roy Suryo. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mengatakan, Jokowi boleh saja bersikap optimis, namun harus realisitis.

Sebab, menurut Roy, selama ini persiapan Asian Games 2018 terkesan mendadak. Tidak hanya persiapan atlet, tapi juga persiapan Indonesia sebagai tuan rumah.

“Optimis perlu namun harus realistis juga,” kata Roy kepada Tribunnews, Minggu (5/8/2018) lalu.

“Dengan pelaksanaan kurang dari dua minggu lagi dan cukup (banyaknya) ‘kebijakan instan’ yang dilakukan menjelang hari H, misalnya trial and error buka tutup pintu tol, genap ganjil yang mengorbankan warga, penanganan Kali Sentiong, dan sebagainya, menunjukkan kurang siapnya Indonesia menyambut event besar empat tahunan ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Menpora kepada Sri Wahyuni: Bonus Rp 2 miliar Menjadi Milikmu

Meski demikian, secara pribadi Roy Suryo berharap target tersebut tercapai. Namun melihat kenyataan yang ada sekarang ini, Roy bertanya-tanya, akankah target itu terpenuhi?

“Meski secara pribadi saya ingin agar target Presiden tersebut tercapai, kondisi realita yang ada memaksa kita harus bertanya, akankah minimal target 16 medali emas tersebut tercapai?” ucap Roy.

Optimisme Jokowi

Namun, kenyataan membuktikan lain. Tiap waktu perolehan medali emas yang diraih Kontingen Merah Putih kian membanggakan. Sejak ajang olahraga ini dibuka pada Sabtu (18/8/2018) lalu, tak sehari pun terlewatkan tanpa raihan medali emas oleh kontingen Indonesia.

Dimulai pada Minggu, 19 Agustus 2018, taekwondoin Indonesia, Defia Rosmaniar, berhasil meraih medali emas pertama untuk Indonesia dari nomor poomsae individu puteri.

Lalu, catatan ini ditambah oleh Lindswell Kwok dari cabang wushu, dan Khoiful Mukhib serta Tiara Andini Prastika dari cabang olah raga sepeda gunung nomor downhill, pada Senin, 20 Agustus 2018.

Lindswell Kwok

Atlet wushu Indonesia, Lindswell Kwok, melakukan selebrasi usai mendapat juara pada Asian Games di JIExpo, Jakarta, Senin, (20/8/2018). (Foto: Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Selasa, 21 Agustus 2018, lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan, menjadi sosok di balik tambahan emas Indonesia usai menjadi yang terbaik di nomor 62 kilogram putra.

Baca Juga:  Jokowi Lunasi Janji Bayar Bonus "Sebelum Keringat Atlet Kering"

Emas ke-6 Indonesia disumbangkan dari cabang paralayang oleh tim putra Indonesia, Hening Paradigma, Thomas Widyananto, Rony Pratama, dan Jafro Megaranto, di nomor ketepatan mendarat beregu, pada Rabu 22 Agustus 2018.

Selanjutnya Jafro Megaranto, atlet kelahiran 18 Maret 1996 itu menambah Emas bagi Indonesia di nomor ketepatan mendarat tunggal putra pada Kamis, 23 Agustus 2018.

Kemudian Aries Putri Rahayu menjadi atlet yang memberikan emas ke-8 Indonesia lewat cabang panjat tebing nomor speed putri.

Catatan prestasi terus bertambah tiap harinya. Hingga pada Senin, 27 Agustus 2018, Indonesia sudah mengoleksi 22 medali emas, setelah tim putra dan putri panjat dinding menang pada nomor speed relay di Jakabaring Sports City, Palembang, Senin 27 Agustus 2018.

Panjat Dinding 2 Emas, Indonesia Raih 22 Emas di Asian Games Tim putri Indonesia merebut medali emas speed relay Asian Games 2018. (Foto: Antara/INASGOC/Rahmad Suryadi)

Target Presiden Jokowi pun terlampaui.

Tak hanya itu, ini merupakan torehan prestasi terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di Asian Games.

Perolehan emas Indonesia di Asian Games dari waktu ke waktu

Indonesia ikut Asian Games sejak perhelatan itu dilaksanakan pertama kali di New Delhi, India pada 1951. Hanya ada 11 negara yang ikut serta waktu itu. Indonesia hanya meraih 5 perunggu dan berakhir di posisi ke-6.

Baca Juga:  Jokowi Sentil Mereka yang Anggap Pembangunan Infrastruktur Tidak Penting

Pada dua Asian Games berikutnya, yang diselenggarakan di Manila dan Tokyo, prestasi yang diraih Indonesia pun tak jauh berbeda dengan sebelumnya. Di dua negara ini, Indonesia juga tak mendapat medali emas.

Medali emas baru mampu diraih Indonesia saat menjadi tuan rumah Asian Games ke-4 pada 1962. Dikutip dari “The Asian Games, 1951–2002: Medal & Gold Medal Table“, Indonesia saat itu memperoleh 11 medali emas, 12 perak, dan 28 perunggu. Pada perhelatan yang dilangsungkan di Jakarta itu, Indonesia menduduki peringkat ke-2.

Asian Games 1962

Presiden Sukarno menghadiri pembukaan Asian Games 1962 di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta. (Foto: Repro ‘Di Bawah Bendera Revolusi’).

Namun, pada Asian Games berikutnya di Bangkok pada 1966, prestasi Indonesia justru merosot menjadi peringkat ke-8 dari 18 negara. Setelahnya, Indonesia mentok paling tinggi di peringkat ke-6, yakni pada Asian Games 1970, 1978, dan 1990.

Posisi terburuk yang pernah dicapai Indonesia adalah saat berlaga pada Asian Games 2006 di Doha, Qatar. Waktu itu, ada 45 negara yang berlaga dan Indonesia menyabet peringkat ke-22 dengan 2 emas, 3 perak, serta 5 perunggu.

Terakhir, pada Asian Games 2014 yang diselenggarakan di Incheon, Korea Selatan, Indonesia hanya mampu memboyong 4 medali emas, 5 perak, dan 11 perunggu. Kala itu kontingen Indonesia hanya mampu menempati urutan ke-17 dari 45 negara.