Kriminal

Anggota DPRD Langkat F-NasDem Jadi Tersangka Kasus Sabu 3 Karung dan 30 Ribu Pil Ekstasi

Ilustrasi narkoba
Ilustrasi

Jurnalindonesia.co.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) menetapkan anggota Fraksi NasDem DPRD Langkat, Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong, bersama enam orang lain sebagai tersangka kepemilikan narkotika.

“Tujuh orang yang ditangkap telah ditetapkan sebagai tersangka dan segera akan dilakukan penahanan,” kata Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari kepada detikcom, Senin (20/8/2018).

Selain sabu, kata Arman, BNN juga menemukan enam bungkusan berisi 30 ribu pil ekstasi di dalam 3 karung milik Ibrahim. Barang bukti narkotika itu berkualitas sangat baik.

“Di samping narkotika jenis sabu, di dalam tiga karung juga ditemukan enam bungkus narkotika jenis ekstasi dengan logo daun berwarna biru berjumlah kurang-lebih 30 ribu butir dengan kualitas sangat baik,” ucapnya.

Barang bukti sabu dan ekstasi milik anggota DPRD Fraksi NasDem, Ibrahim Hasan. (Foto: Resi/detikcom)

Penangkapan berawal saat tim gabungan BNN dan TNI Angkatan Laut mengamankan kapal kayu di perairan Selat Malaka pada Minggu (19/8). Dari kapal warna biru tersebut, petugas mengamankan empat orang dengan menyita barang bukti 3 karung berisi narkoba jenis sabu.

Tim gabungan melakukan pengembangan atas kepemilikan barang haram tersebut dan menangkap Ibrahim Hasan di Pelabuhan Pangkalan Susu, Langkat. Di sana petugas mengamankan narkoba diduga jenis sabu sebanyak tiga karung.

Selain meringkus Ibrahim, BNN mengamankan dua rekannya bernama Rinaldi dan Ibrahim Jompak, pemilik kapal. Para pelaku kini masih menjalani pemeriksaan di kantor BNN Provinsi Sumut.

Ibrahim bersama komplotannya diduga merupakan bagian dari jaringan sabu internasional.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Irjend Arman Depari. (Foto: Resi/detikcom)

Sebelum ini, Ibrahim juga pernah menyelundupkan sabu 55 kg ke Malaysia. Arman menjelaskan bahwa barang tersebut dibawa Ibrahim Hasan tanpa pengawalan menggunakan jalur laut.

“Jadi, dirinya mengaku bahwa saat membawa sabu-sabu itu, dirinya sendirian tanpa ada pengawalan,” jelasnya.

Sengsarakan Ibrahim

BNN memastikan akan memiskinkan aset milik Ibrahim hingga hidupnya sengsara.

“Bukan hanya kita miskinkan dia, kita sengsarakan dia,” kata Arman.

Irjen Arman Depari

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari. (Foto: Ari Saputra/detikcom)

Mantan Kapolres Langkat ini mengatakan, perbuatan Ibrahim Hongkong tidak dapat ditolerir. Apalagi, ia selama ini menjabat sebagai anggota DPRD Langkat.

Bukannya memberi contoh baik pada masyarakat, Ibrahim malah mengumpulkan masyarakat untuk mengedarkan narkoba.

“Memang saya dengar dia punya ladang sawit di Aceh, rumah mewah. Itu nanti akan kami selidiki. Bila terbukti itu hasil TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang), ya, disita,” tegas Arman.

Jendral bintang dua ini mengatakan, memang ada kabar Ibrahim pemain bisnis ilegal. Desas-desus di lapangan, Ibrahim pernah terlibat penyelundupan bal pakaian bekas (monza).

“Kita pastikan dia sengsara! Pasti kita jerat dengan TPPU,” tegas Arman.

Selain itu, BNN juga akan menelusuri aliran dana milik tersangka.

“Kita akan selidiki siapa saja yang menerima uang hasil penjualan narkoba,” ucapnya.