Daerah, DKI Jakarta

Kasus Atlet Jepang Sewa PSK, DPRD: Bukti Inkonsistensi Anies Atasi Masalah DKI

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau Pintu Air Manggarai, Senin (5/2/). (Foto: Kompas)

Jurnalindonesia.co.id – Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Bestari Barus menyinggung peristiwa pemulangan empat atlet bola basket putra asal Jepang dengan janji Gubernur Anies soal pemberantasan praktik prostitusi di DKI.

Sebelumnya, kontingen Jepang memulangkan empat atletnya lantaran ketahuan mengunjungi kawasan prostitusi di Jakarta. Mereka dikabarkan keluar dari kampung atlet pada Kamis, 16 Agustus 2018 untuk makan malam. Setelah makan malam di luar, mereka menginap di hotel bersama pekerja seks komersil. Keempat atlet itu melakukan semua kegiatan di luar Asian Games 2018 dengan tetap pakaian atribut timnas Jepang.

Alhasil, keempat atlet tersebut dipulangkan ke negara asal.

Baca: [Asian Games 2018] Malu, Jepang Pulangkan 4 Atletnya yang Terlibat Prostitusi di Jakarta

Baca Juga:  LBH Jakarta: Mayoritas Penggusuran di Era Anies Berakhir Tanpa Solusi

Bestari menilai, peristiwa itu sebagai bukti inkonsistensi dan ketidakmampuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dalam memberantas prostitusi di ibu kota.

“Saya kira bukan kecolongan ya, ini bukti inkonsistensi gubernur mengatasi masalah sejenis,” kata Bestari, dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (21/8).

“Selama ini digembar-gemborkan, ternyata di mata dunia Jakarta surga prostitusi,” ujarnya.

Bestari pun menganggap kebijakan Anies yang selama ini ingin memberantas praktek prostitusi hanya ‘lip service‘ belaka. Pasalnya, kata dia, praktik prostitusi nyatanya masih banyak ditemukan di Jakarta.

Terbaru, lanjutnya, adalah terbongkarnya praktek prostitusi di apartemen Kalibata City.

“Ini bukan tebang pilih, ini lip service aja,” ucapnya.

Baca juga: Terkait Prostitusi di Apartemen Kalibata City, Ini Tanggapan Anies

Baca Juga:  Viral Pengakuan Terpidana yang Dipaksa Akui Perbuatan yang Tidak Dilakukannya

Sementara itu, menurut Anies, Jakarta layaknya kota-kota lain di dunia, di mana segala sesuatu yang dicari bisa didapatkan.

“Semuanya kembali kepada orangnya, apa yang dicari itu yang nanti akan didapat,” kata Anies di Balai Kota Jakarta, Senin (20/8).

Anies pun mengimbau kepada para atlet yang datang ke Jakarta untuk fokus berkompetisi dalam cabang olahraga yang diikuti, bukan hal lain.

“Saya menganjurkan kepada para atlet yang datang ke Asian Games bersiaplah untuk olahraga, jangan untuk yang lain,” ujarnya.

Sementara Komite Olimpiade Jepang (JOC) telah meminta maaf terkait peristiwa tersebut.

“Saya merasa malu. Kami meminta maaf sebesarnya dan akan membimbing atlet kami mulai sekarang,” demikian pernyataan chef de mission kontingen Jepang, Yasuhiro Yamashita.

Baca Juga:  Anies Tuding Ketua KASN Berpolitik

“Dengan kerendahan hati saya meminta maaf pada publik Jepang, JOC, dan semua orang yang mendukung basket atas kejadian tercela ini. Kami akan memutuskan hukuman yang pantas kepada empat pemain setelah kami mendapatkan semua faktanya. Kami harus bekerja lebih keras untuk memastikan skandal ini tidak terjadi lagi,” ujar kepala tim basket Jepang, Yuko Mitsuya.