Daerah, Jawa Timur, Pendidikan

Sekolahnya Viral karena Pawai Bercadar dan “Bersenjata”, Mendikbud Justru Beri Bantuan Rp25 Juta

Salah satu TK peserta karnaval 17 Agustus di Probolinggo mengenakan cadar seraya memegang senjata mainan. (Foto: istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Alih-alih menekan pihak sekolah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy malah memberikan bantuan sebesar Rp25 juta untuk Yayasan Kartika Jaya V-69 yang menyelenggarakan pawai siswa TK dengan mengenakan cadar hitam dan memegang replika senjata.

Muhadjir mengaku memberikan bantuan tersebut dengan harapan bisa dipergunakan sebaik-baiknya, kususnya untuk anak yang kurang mampu.

“Kami beri bantuan berupa uang sebesar Rp25 juta untuk TK V-69 supaya dipergunakan untuk keperluan Sekolah kususnya anak yang kurang mampu,” kata Muhadjir saat saat mengunjungi TK Kartika V-69, di Probolinggo, Jawa Timur, pada minggu sore (19/08).

Mengenai pawai itu sendiri, Muhadjir menilai tak ada masalah. Dia berpendapat, substansi pawai itu tetap bagus karena bertema perjuangan umat Islam dalam kemerdekaan Indonesia.

Berdasarkan penjelasan pihak sekolah, properti yang digunakan anak-anak dalam karnaval itu merupakan properti lama. Selain itu, tidak ada niat dari pihak sekolah untuk mengarahkan anak-anak didiknya kepada ajaran radikalisme.

Baca Juga:  Menjadikan Anak Lebih Ceria Saat Ulang Tahun

“Itu hanya kebetulan saja dan tidak terpikir dampaknya seperti ini,” ujar Mendikbud, dikutip dari Antara.

“Kalau memang belum waktunya dikenalkan properti itu, sebaiknya dipertimbangkan masak-masak lebih dulu,” lanjutnya.

Baca: Tanggapan Kadisdik Terkait Karnaval TK Bercadar dan ‘Bersenjata’ di Probolinggo

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. (Foto: Antara)

Muhadjir pun mengimbau semua kalangan pendidikan tetap harus mewaspadai adanya ajaran radikalisme di sekolah-sekolah.

Sementara itu, Ketua yayasan Kartika Jaya V-69, Yuliana Tungga Dewi, menyampaikan permemintaan maafnya. Dia mengaku hal ini terjadi karena kurang komunikasi dengan pihak sekolah.

“Terutama kami meminta maaf atas kejadian ini, kebelakangnya kami akan lebih berhati-hati dan akan memperbaikinya, kami juga sangat berterimakasih pada Mendikbud atas bantuan dana yang diberikan, kami akan pergunakan sebaik-baiknya dana teraebut,” ucap Yuliana yang merupakan Istri Dandim 0820.

Baca Juga:  Disebut Langgar Aturan, Ratna Sarumpaet Kecewa ke Anies dan Sandi

Diketahui sebelumnya, murid TK Kartika berpawai dengan menegnakan baju panjang hitam atau niqab yang dilengkapi cadar. Selain itu mereka juga membawa senjata api mainan. Hal itu dilakukan saat pawai karnaval menyambut HUT RI pada Sabtu (18/8) pagi.

Masyarakat pun ramai-ramai mengomentarinya dan mengaitkannya dengan terorisme.

Baca: Penjelasan Dandim Probolinggo Terkait Karnaval TK Bercadar dan “Bersenjata”

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menuturkan, pada pukul 14.30 WIB, telah dilaksanakan Konferensi Pers oleh Ketua Panitia dan Kepala Sekolah TK Kartika yang didampingi Kapolres Probolinggo Kota, Dandim 0820/ Probolinggo, dan Kadiknas Kota Probolinggo.

“Hasil Konferensi pers tersebut, Kepala Sekolah TK Kartika V-69, Ibu Hartatik meminta maaf kepada masyarakat Indonesia Khususnya Masyarakat Kota Probolinggo atas kegiatan tersebut,” ucap Kabid Humas.

Baca Juga:  Kisruh Soal Pendaftaran Anak Sekolah, Sandiaga Minta Masyarakat Bersabar

Dia mengatakan, Kepala Sekolah TK Kartika selaku penanggung jawab karnaval sama sekali tidak memiliki maksud untuk mendukung atau mengarahkan kegiatan tersebut terhadap kelompok radikal atau kelompok tertentu.

Bahwa, penggunaan atribut peserta pawai budaya berhijrah atau cadar hitam disertai dengan mainan senjata api merupakan ide atau tema dari TK Kartika V-69 Probolinggo itu sendiri.

“Maksud dari mereka merefleksikan perjuangan Rosulullah dan tidak ada maksud mengarah kepada simbol-simbol radikalisme, hanya menanamkan keimanan kepada anak didiknya,” ujarnya.

Baca: Karnaval Pakai Cadar dan Bawa Senjata Mainan, Kepala TK Bakal Dikenai Sanksi

CNN INDONESIA