Ekonomi dan Bisnis

Sri Mulyani Tepis Tudingan Kenaikan Gaji PNS Bermuatan Politis

Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Jurnalindonesia.co.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebesar 5 persen pada tahun 2019 merupakan hal wajar. Sebab, kata dia, selama 4 tahun terakhir gaji PNS tidak mengalami perubahan.

Pernyataan itu disampaikan Sri Mulyani untuk menjawab pertanyaan wartawan terkait tudingan politisasi kenaikan gaji PNS menjelang pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

“Karena udah empat tahun enggak ada kenaikan gaji. Dan ini adalah gaji pokok, menurut saya sih wajar aja,” kata Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (17/8).

Terkait apakah kenaikan gaji PNS akan membebani Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), Sri Mulyani pun menjawab tegas bahwa APBN memang digunakan untuk membiayai kebutuhan negara.

Baca: Jokowi Naikkan Gaji PNS 5 Persen, Mardani Ali Sera Curiga Terkait Pilpres 2019

Selain menaikkan gaji, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) juga akan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 bagi PNS. Kebijakan pemberian THR dan gaji ke-13 sudah diberlakukan mulai tahun ini.

“Tahun depan kita akan gunakan policy THR dan gaji ke-13 sama dengan tahun ini. Seperti disampaikan DAU-nya yang sekarang ditransfer ke daerah sudah mempertimbangkan THR dan gaji ke-13. Kalau di daerah namanya gaji ke-13 dan gaji ke-14,” ucap Sri.

Tak hanya itu, pemerintah juga akan mengalokasikan tunjangan kinerja (tukin) untuk PNS. Sri Mulyani menyatakan besaran tukin yang akan diterima antara PNS pusat dan daerah akan berbeda. Hal tersebut sesuai dengan kemampuan dari daerah masing-masing.

“Artinya termasuk tukin untuk kementerian lembaga pusat. Untuk daerah termasuk tukin sesuai kemampuan daerah. Artinya, tukin mereka tidak sama dengan kementerian/ lembaga,” kata dia.

Baca juga: Prabowo-Sandi Kritik Rencana Kenaikan Gaji PNS

Diketahui, dalam pidato penyampaian nota keuangan RAPBN 2019, Presiden Jokowi menyatakan bahwa pemerintah akan kembali menaikkan gaji PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN). Tidak hanya para ASN, pemerintah juga menaikkan uang yang diterima pensiunan PNS.

“Melanjutkan kebijakan penggajian yang telah dilakukan tahun 2018, pada tahun 2019 Pemerintah akan menaikkan gaji pokok dan pensiun pokok bagi aparatur negara, serta para pensiunan sebesar rata-rata 5 persen. Diberikan kepada pensiunan PNS,” kata Presiden Jokowi di Gedung DPR, Kamis (16/8).

LIPUTAN6

Loading...